JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat membantah akan terus menggunakan infrastruktur teknologi informasi (TI) yang sudah digunakan sejak tahun 2004.
"Kami tidak menggunakan infrastruktur yang sama dengan tahun 2004. Modelnya saja yang sama tapi nanti perangkat tersebut akan kami kembangkan dan ditambah dengan yang baru," ujar Kepala Biro Logistik KPU Dalail saat dihubungi okezone melalui telepon, Selasa (2/12/2008).
Untuk itu, Dalail memastikan bahwa tender pengadaan jaringan dan infrastruktur teknologi dan informasi di lembaga tersebut akan dilangsungkan bulan Januari.
"Tendernya baru akan diadakan Januari karena anggaran yang digunakan akan berasal dari anggaran tahun 2009," ujarnya.
Menurut Dalail, sejatinya tender tersebut memang akan diadakan pada bulan Agustus tahun ini. Namun anggaran yang dialokasikan pun tidak kunjung cair. Oleh karena itu tender pengadaan jaringan dan infrastruktur TI di KPU tersebut harus mundur dari jadwal yang telah ditentukan.
"Meskipun mepet, waktu empat bulan dirasa cukup untuk mengadakan itu semua. Kami targetkan dua bulan untuk proses tender dan satu bulan untuk proses uji coba," papar Dalail.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dana yang akan dialokasikan untuk pengadaan TI di tubuh KPU sebesar Rp9,2 miliar, baik untuk pengadaan hardware, software, serta jaringan yang akan mendukung proses pemasukan dan pengiriman data pemilu dari KPU di daerah-daerah ke KPU pusat.
"Dijamin tidak akan mundur lagi. Pasti Januari tender," tandas Dalail.
(srn)