Arjun Trivedi
JAKARTA - Penetrasi industri telekomunikasi dan informasi (TI) di Indonesia yang semakin pesat ternyata tak diimbangi dengan perbandingan jumlah ahli TI antara pria dan wanita.
"Di Eropa perbandingan ahli atau pekerja TI antara wanita dengan pria bisa dikatakan 50 berbanding 50, di Asia Pasifik perbandingan sekira 20 dan 80 persen. Di Indonesia sendiri jumlah pekerja hanya kurang dari sepuluh persen," kata Head of Sub-region Indonesia, Nokia Siemens Networks (NSN) Arjun Trivedi di Menara Mulia, Jakarta, Senin (22/12/2008).
Menurut Arjun, perkembangan industri telekomunikasi di masa mendatang sangat membutuhkan orang-orang muda yang kreatif dan memiliki kemampuan berinovasi tinggi, tak terkecuali dari kalangan wanita. Sebab itu, lewat program "Women in Technology" yang berlangsung beberapa waktu lalu, NSN mencoba menegaskan komitmennya untuk mengedepankan keberagaman di luar dan di dalam lingkungan kerja.
"Pendidikan yang benar menjadi pondasi bagi keberhasilan di masa depan. Kami ingin memberikan kontribusi bagi pengembangan dan keberagaman industri telekomunikasi Indonesia dan bagi perekonomian," ujar Arjun.
Di Indonesia program Woman in Technology, yang merupakan bagian dari University Cooperation program, NSN menggaet tiga universitas terkemuka yakni, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut teknologi Sepuluh November.
Seorang perwakilan ITB, Vanya Vabrina Valindria mengatakan pengalaman yang diberikan NSN sangat bermanfaat, terutama untuk lebih mendalami bidang telekomunikasi. Vanya merupakan satu dari dua orang wakil mahasiswi yang mengikuti kunjungan ke NSN Global research and Development di Helsinki pada 25-28 November 2008.
"Bagi kami Indonesia merupakan pasar yang sangat besar setelah India bahkan masuk ke dalam 10 besar pasar telekomunikasi dunia, jadi tenaga-tenaga muda yang kreatif akan sangat dibutuhkan," kata Arjun.
Penetrasi pasar telekomunikasi mobile Indonesia yang saat ini hanya sekira 50 persen diperkirakan akan mencapai 80 persen pada tahun 2015 atau dengan kata lain sekira 200 juta orang akan terkoneksi.
"Kenaikan penetrasi mobile akan mempengaruhi produk domestik bruto, kenaikan penetrasi mobile sebesar sepuluh persen akan meningkatkan 0,6 sampai 1 persen GDP," ujarnya. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com