Perbandingan keadaan Steve Jobs antara Tahun 2007 dan 2008. Nampak, tubuhnya semakin kurus (Foto:AP)
NEW YORK - Pendiri Apple Steve Jobs, sedang berjuang melawan kanker pangkreas yang menyerangnya beberapa bulan belakangan. Ada rumor yang beredar Jobs akan segera lengser dari kursi CEO. Akibatnya saham Apple pun sempat limbung.
Melihat gelegat kurang baik tersebut, perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat, menegaskan kalau Steve Jobs akan tetap memangku jabatan sebagai CEO. Mereka juga mengakui kalau Jobs sedang dalam masa penyembuhan ketidakstabilan hormon, dan perusahaan tetap peduli dengan terus memantau dan membiayai pengobatan.
Akibat penyakit ini, pria berusia 53 tahun tersebut merasa banyak mengalami penurunan berat badan. Bahkan, dalam suratnya Jobs merasa tubuhnya semakin kurus dan tirus.
"Obat-obatan serta nutrisi sudah diberikan kepada saya. Saat ini saya tengah menjalani perawatan. Saya tidak ingin kehilangan berat badan lagi dalam beberapa minggu," tulisnya dalam surat tersebut, seperti yang dikutip Cnet, Selasa (6/1/2009).
Pernyataan ini, membuat angin segar bagi para pemegang saham di Apple. Sebab, bertahannya Jobs di Apple membuat saham mereka naik 4,2 persen, yang berada pada kisaran USD94.58.
Namun, kondisi ini mengundang pertanyaan di benak pengamat, sampai kapan Jobs mampu mempertahankan sahamnya tidak turun. Sementara kesehatannya sendiri masih tidak menentu. Untuk itulah, sebagaian pengamat menyarankan agar Steve Jobs mundur, demi keselamatan perusahaan itu.
(srn)