JAKARTA - Pemerintah China mewajibkan agar seluruh vendor PC yang masuk ke negaranya untuk meng-instal software Green Dam di produk-produk mereka. Ini sebagai bentuk filterisasi terhadap situs porno, SARA, dan provokatif. Namun, hal tersebut rasanya tidak perlu dilakukan di Indonesia.
"Kalau dipaksakan seperti itu tidak perlu dilakukan di Indonesia, karena bisa menimbulkan dua sisi yang bertentangan. Yang satu untuk menekan situs negatif, sisi satunya dianggap mengekang kebebasan demokrasi," jelas Wakil Ketua ID-SIRTII Didin Pataka, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Kamis (2/7/2009).
"Selain itu juga jika ini diterapkan, dikhawatirkan dapat diprotes oleh para vendor tersebut, karena dianggap merugikan," sambungnya.
Ditambahkan Didin, pemaksaan seperti itu dianggap sebagai upaya yang tidak perlu karena software seperti itu memerlukan dana riset yang tidak sedikit. Lagipula ditakutkan, software tersebut dapat dipakai untuk kepentingan yang salah.
"Akan tetapi, pemerintah tidak juga berdiam diri. Melalui ID-SIRTII telah ada sebuah software filter Nawala Project yang akan diberikan gratis," cetus Didin.
Malahan, papar Didin, itu jauh lebih efektif. Sebab saat ini banyak masyarakat yang menyambut positif. Terbukti, aplikasi tersebut, telah diunduh 8 juta orang. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com