Foto; Ist
JAKARTA - Blackberry terancam berhenti beredar di Indonesia setelah Dirjen Postel, Basuki Yusuf Iskandar dengan tegas memberikan tenggang waktu 15 hari kepada RIM untuk membuka layanan purna jualnya di Indonesia.
"Kami akan menghentikan semua impor BlackBerry, baik itu dari operator maupun paralel impor yang memiliki sertifikasi B, semua BlackBerry," kata Basuki di kantor Ditjen Postel, Jakarta, Jumat (3/7/2009).
Hal itu akan dilakukan Basuki jika sampai 15 juli RIM belum membuka layanan purna jualnya.
Menurut Basuki, Postel tak membutuhkan janji, tapi membutuhkan bukti. Pemerintah telah mengeluarkan sertifikasi A untuk RIM dan perusahaan asal kanada itu telah menandatangani komitmen untuk membuka pusat layanannya. "Cuma sampai saat ini belum ada realisasi dari RIM," ujarnya.
Menanggapi alasan feasibility study yang dikemukakan RIM untuk menangguhkan pusat layanan dinilai Basuki tidak masuk akal. "Itu aturan jadi tak perlu ada feasibilty study, mereka sudah tanda tangan setiap menerima sertifikat," kata Basuki.
Basuki mengatakan, Ada dua hal yang harus diperhatikan RIM, pertama menghormati aturan dan kedua menghormati pelanggan. "Di sini kita tidak membicarakan produk BB resmi (lewat operator) atau yang yang lewat paralel impor, karena kami menganggap tetap BlackBerry itu punya RIM," ujar Basuki. (rnd)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com