JAKARTA - Setelah masa registrasi handset dari 1900 ke 800 berakhir kemarin (31/10), baru 3000 pelanggan yang melakukannya. Indosat percaya angka ini akan bertambah dalam dua minggu ke depan.
"StarOne akan kembali on maksimal dalam jangka dua minggu ke depan. Nah, saat itulah dipastikan para pelanggan yang belum melakukan registrasi handset akan berbondong-bondong memenuhi galeri Indosat," ujar Sasotya Pratama, Division Head Fixed Brand Management Indosat, saat peluncuran Matrix Auto di Gedung Indosat, Jakarta, Kamis (1/11/2007).
Menurutnya migrasi frekuensi dari 1900 ke 800 cukup berpengaruh pada jaringan GSM karena frekuensi-nya yang saling berdampingan. Oleh karena itu dibutuhkan waktu untuk melakukan filterisasi di GSM dan ia menjamin bahwa jaringan StarOne akan kembali on pada dua sampai tiga minggu mendatang.
Bisa jadi registrasi handset tidak akan sepenuhnya berakhir kemarin karena masih banyak pelanggan StarOne yang belum mendaftarkan handsetnya. Registrasi ini hanya berlaku bagi pelanggan postpaid yang mengikuti program bundling StarOne. Indosat mencatat pelanggan postpaid StarOne saat ini di Jakarta telah berjumlah 50.000 tapi total pelanggan secara keseluruhan di Indonesia mencapai angka 600.000 pelanggan.
Indosat akan menyeleksi proses pergantian handset ini dengan beberapa kategori. Selain pelanggan postpaid yang mengikuti program bundling, Indosat juga lebih memfokuskan pada pelanggan StarOne dengan tingkat loyalitasnya.
"Indosat juga akan mempertimbangkan ARPU pelanggan (average rate per user/ rata-rata penggunaan biaya komunikasi StarOne mereka per bulan). Selain itu mereka juga harus menunjukkan handset lama mereka," ujar Direktur Marketing Indosat Guntur S. Siboro pada kesempatan yang sama.
Saat ini StarOne sudah mencakup 24 kota di Indonesia dan sampai akhir tahun ini Guntur memastikan StarOne akan merambah sampai 40 kota. Tidak dijelaskan secara pasti berapa biaya yang dikeluarkan untuk melakukan migrasi frekuensi ini. Namun Guntur menegaskan biaya tersebut sudah pasti diambil dari belanja capex Indosat tahun ini yang sebesar USD1,2 miliar.
(rhs)