JAKARTA - Setelah berhasil pindah frekuensi ke 800Mhz, StarOne kembali siap bersaing dengan produk CDMA lainnya. Dengan jumlah pelanggan 600 ribu mereka sudah menguasai 24 kota di Indonesia.
Peralihan StarOne ke 800Mhz memberikan babak baru untuk pelayanan yang lebih profesional dan berkualitas. Saat ini StarOne sudah merambah ke 24 kota di Indonesia dan pada akhir tahun 2007 ini akan bertambah lagi menjadi 46 kota.
"Tidak menutup kemungkinan kami akan membundle produk GSM dan CDMA kami dengan sebuah handset dual on. Namun kami belum bisa menjelaskan kapan hal tersebut akan terealisasi," ujar Direktur Marketing Indosat Guntur S Siboro, dalam acara peluncuran StarOne Ngorbit, di Gedung Indosat, Jakarta, Jumat (23/11/2007).
Untuk tahap baru ini StarOne memberikan pilihan bagi pelanggannnya untuk menggunakan metode percakapan menit atau bulanan dengan nama Ngorbit, kependekan dari Ngobrol Irit.
Ngorbit Menitan berlaku jika dengan tarif Rp25 per menit atau Rp750 per jam dengan tambahan menit berikutnya dihitung Rp12,5 per menit maka pelanggan dapat puas ngobrol ke sesama pelanggan StarOne. Baik untuk lokal maupun SLJJ.
Sedangkan untuk Ngorbit Bulanan pelanggan bisa menikmati tarif Rp25 ribu per bulan untuk panggilan telepon sepuasnya ke sesama pelanggan StarOne baik lokal maupun SLJJ. Bahkan, untuk mengakses internet atau ke GSM Indosat bisa jadi akan lebih murah.
Untuk memilih paket yang diinginkan pelanggan harus melalui proses registrasi melalui SMS dengan sisa pulsa lebih dari Rp3.000. Untuk tetap menggunakan pilihan Ngorbit Bulanan maka nilai pulsa harus berada di angka Rp25 ribu setiap bulannya.
Bagi pengguna pascabayar, akses internet dibandrol Rp49 ribu per bulan untuk 350 MB dan Rp99 ribu per bulan untuk 1 GB.
Produk GSM dan CDMA yang dimiliki Indosat membuat kemungkinan mereka akan membundle kedua produk tersebut dalam sebuah handset dual on.
(srn)