Getting Time...

Demo GreenPeace di Jepara

Tolak PLTU Batubara Tanjung Jati

Sarie Novian - Okezone
Sabtu, 1 Desember 2007 14:40 wib

JEPARA ? Petugas keamanan di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara Tanjung Jati B di Jepara melepas lima tembakan dan mengarahkan pisau kepada para aktivis dari kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace yang hari ini memanjat menara pendingin dan alat penampung dan membentang spanduk bertuliskan ?Coal Kills Climate? atau ?Batubara Membunuh Iklim.?

Greenpeace mengatakan hal ini sebagai tindakan yang mengesampingkan pesan bahwa rencana global untuk membangun PLTU batubara merupakan ancaman dalam mengatasi perubahan iklim, dan ancaman lingkungan hidup terbesar bagi umat manusia.

Pemerintah-pemerintah di dunia akan segera bertemu di Bali untuk membahas cara-cara mengurangi emisi gas rumah kaca guna menghentikan dampak buruk perubahan iklim terhadap bumi. Namun masih banyak dari pemerintah-pemerintah itu yang tidak mampu menghentikan kebiasaan jelek mereka dengan membangun dan mendanai PLTU batubara, bahan bakar fosil yang paling kotor, dan bukannya beralih ke energi terbarukan yang bersih. Ratusan PLTU batubara di muka bumi siap dibangun dalam dekade mendatang. Di Indonesia saja,  sekitar 10 PLTU batubara dengan kapasitas 10.000 MW akan dibangun dalam sepuluh tahun mendatang.

"Negara-negara maju bertanggung jawab untuk mengurangi emisi gas rumah kaca mereka, dan penting juga bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk menghindari kesalahan yang sama yang dibuat dunia Barat dalam membangun PLTU batubara, yang merupakan pembunuh iklim," kata Nur Hidayati, Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara, dalam keterangan persnya, Sabtu (1/12/2007).

Laporan Greenpeace berjudul ?[R]evolusi Energi: Tinjauan Energi Berkelanjutan di Indonesia? menyebutkan bahwa di tahun 2050, 60% dari listrik yang dihasilkan di Indonesia dapat dihasilkan dari sumber-sumber energi terbarukan. Bahan-bahan terbarukan yang ?baru? seperti angin, biomassa, panas bumi dan energi surya, dapat menyumbang 70% dari perkiraan kemampuan itu. (srn)

Beri komentar