Getting Time...

Jual - Sewa Menara (II)

Dibeli oleh Temasek juga?

Trust -
Rabu, 12 Desember 2007 18:08 wib

JAKARTA - Indosat sudah menjual semua BTS yang dimilikinya, sekitar 7.000 unit. Menurut Muhammad Dachyar, Corporate Communication PT Indonesian Tower, Indosat memang layak menjual BTS-nya. Sebab, memiliki BTS sendiri berat di ongkos. ?Keuntungan bersihnya dimakan biaya pemeliharaan. Akan lebih untung kalau Indosat menyewa saja,? ungkap Dachyar.

Dalam tender penjualan BTS Indosat, pesertanya meliputi PT Indonesian Tower, PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek), dan PT Protelindo. Tahap berikutnya, tinggal dua perusahaan yang masih bercokol: Emtek dan Protelindo. Menurut seorang petinggi Indosat, lelang BTS Indosat sebenarnya sudah dipastikan pemenangnya: Emtek.

Lalu, di mana Asia Tower? Syahdan, Asia Tower akan masuk melalui Emtek. Polanya memang belum jelas. Seorang petinggi Emtek mengaku, pola kerja sama antara Emtek dan Asia Tower masih dibahas.

Belum tuntasnya pembahasan itulah yang dikabarkan membuat Indosat menunda pengumuman pemenang lelang tadi. Perusahaan ini lantas meminta perusahaan jasa konsultan untuk menimbang untung rugi penjualan BTS tersebut.

Kenapa Indosat harus menunggu kelarnya persetujuan antara Emtek dan Asia Tower? Syahdan, itu karena ada kaitan antara Indosat dan Asia Tower. Seorang pemain bisnis BTS mengatakan, Asia Tower adalah perusahaan yang baru saja didirikan--dengan modal utama dari Temasek, induk Indosat juga.

Benar begitu? Sumber-sumber di Indosat dan Emtek tak ada yang mau menjawab pertanyaan tersebut. Muhammad Dachyar juga mengaku tak tahu pasti. ?Bisa jadi seperti itu, kalau kita lihat bahwa negara asal Asia Tower sama dengan negara asal pemilik Indosat,? katanya.

Yang jelas, bisnis BTS akan sangat menguntungkan. Aswani Indrasurya, Direktur Keuangan PT Citra Secta Putra, menegaskan bahwa memiliki BTS, baik untuk kepentingan satu operator ataupun bersama-sama, tetap menggiurkan. Itu juga, mungkin, yang bikin asing tergiur masuk.

Bahkan Protelindo juga telah dibeli oleh American Tower. Sumber di Indosat tadi mengatakan, semestinya Protelindo menang dalam lelang BTS. Sebab, American Tower punya pengalaman banyak dalam membangun dan mengelola BTS. Di kampung asalnya, American Tower telah membangun 20 ribu BTS.

Lantas, bagaimana jika benar Emtek memenangi tender dan Asia Tower ada di belakangnya dengan membawa modal Temasek? Kamilov Sagala, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, membayangkan, bisa jadi nantinya Indosat akan menyewa lebih mahal kepada Asia Tower. Akibatnya, uang Indosat tersedot ke Singapura. Konsumen lalu menanggung beban itu. Makanya, Kamilov meminta agar indikasi main mata antara Indosat dengan Asia Tower ditelusuri lebih dalam.

Sayang, pihak Indosat belum mau secara resmi berbicara soal tender BTS ini. Adita Irawati, juru bicara Indosat, memang membenarkan adanya tender tersebut. Ia bilang, penjualan ini masih dikaji lagi dan belum ada keputusan apa pun dari manajemen. ? Wajar, dong, jika rencana penjualan tersebut dikaji lagi. Yang lain juga melakukannya,? kata Adita. (srn)

Beri komentar