JAKARTA - Kebijakan sharing menara yang diluncurkan pemerintah telah dipatuhi XL dengan menggandeng Natrindo Telepon Seluler (NTS) sebagai pihak penyewa menara. Namun tahun depan XL tetap akan membangun 2000 unit BTS lagi.
Kerja sama sewa menara ini memang diharapkan kedua pihak mampu memberikan win-win solution. XL mengharapkan adanya revenue tambahan sedangkan NTS mengharapkan percepatan pendirian infrastruktur jaringan.
"Menara yang kami gunakan masih memiliki space yang cukup banyak utnuk digunakan oleh operator lain. Apalagi dengan menyewakan space tersebut maka XL bisa mendapatkan tambahan revenue," ujar Hasnul Suhaimi, Direktur Utama XL, melalui berita pers, Rabu (12/12/2007).
Sayangnya, XL tidak mempublikasikan berapa harga sewa per unit menara BTS yang mereka bandrol ke NTS dengan jangka waktu kerja sama selama 10 tahun itu. Yang jelas XL tidak akan menjual menara-menara BTS yang mereka miliki. Bahkan XL sedang mempertimbangkan untuk menjadikan bisnis sewa menara ini sebagai bagian dari bisnis XL walaupun mekanismenya harus dipisahkan dari bisnis utama XL.
Kesepakatan awal antara XL dan NTS dalam sewa menyewa ini akan dilanjutkan dalam Perjanjian Kerja Sama yang lebih detil dalam Tower Rental Agreement (TRA).
XL telah memiliki jumlah menara BTS sekira 10.000 unit namun hanya 7000 unit saja yang akan disewakan. Walaupun disewakan, menurut Hasnul, XL tetap tidak akan berhenti untuk membangun menara. Melalui Capex 2008 yang mencapai USD650 juta, XL akan membangun 2000 unit menara BTS lagi tahun depan. (srn)