JAKARTA - Hitachi Data Systems memperkenalkan solusi baru untuk manajemen data berupa Virtual Tape Library atau lebih dikenal dengan VTL. Storage server maya ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan perusahaan akan pengelolaan data selama ini.
Solusi ini muncul didasari pertimbangan di mana perusahaan masih membutuhkan data back-up, data archive, dan analisa bisnis. Saat ini, perusahaan pada umumnya masih menggunakan tape, CD, atau DVD untuk menanggulangi hal-hal tersebut.
Di samping itu, perkiraan Hitachi Data Systems bahwa data tidak terstruktur akan bertambah lebih pesat dibandingkan data terstruktur, seperti data transaksi bank, data pembelian produk perusahaan yang tersimpan di web, atau semacamnya. Mereka memprediksi di tahun 2010 data tidak berstruktur berupa data archive akan membumbung tinggi lebih dari 30 juta Tb yang tersebar di world wide web ataupun local storage server masing-masing negara di dunia.
Data-data yang tidak terstruktur tersebut meliputi data upload dan download, sms atau email, data warehouse, ataupun pelipatan data (de-duplication data). "Demand akan storage server untuk perusahaan semakin meningkat. Untuk mengurangi kebutuhan tape, Hitachi menawarkan solusi ini, yang lebih useable dalam waktu lama, lebih secure, dan bisa direuse di masa datang. Tape, CD, atau DVD usianya tidak panjang. 10 atau 20 tahun lagi permukaannya akan berjamur dan rusak," Country Manager Hitachi Data System Indonesia Edwin Lim menjelaskan saat press conference di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (24/1/2008).
Oleh sebab itu, Hitachi menawarkan solusi berbasis VTL dengan USP V dan USP VM sebagai pemberi solusi vitualisasi data pertama untuk kelas perusahaan, yang sebagian besar membutuhkan Services Oriented Storage (SOS) solution, antara lain klasifikasi data, konten manajemen, layanan manajemen file, replikasi data, manajemen volume, pelipatan data, dan kontinuitas bisnis.
Keuntungan yang dijamin oleh Hitachi Data Systems untuk pelayanan SOS ini adalah peningkatan aset di masa datang dengan mengurangi biaya sekaligus risiko. (mbs)