JAKARTA - Orang Indonesia ternyata boleh juga. Sebuah survei yang dilakukan oleh AdMob--penyedia iklan untuk mobile web--menyebutkan bahwa impresi atau jumlah orang Indonesia yang mengunjungi portal wireless application protocol (WAP), yang menyediakan layanan iklan pada web telepon genggam (pongam), mengalami kenaikan berarti. Pada November 2007, jumlah impresi itu masih sebanyak 86,82 kali kunjungan. Sebulan kemudian, angka itu melesat menjadi 115 juta.
Betul, data AdMob tadi bukan cerminan jumlah pengguna pongam yang mengakses situs-situs iklan di portal WAP. Namun, menurut Andy Zain, salah seorang pendiri MobileMonday Indonesia (komunitas profesional di bidang industri nirkabel), riset ini tetap menunjukkan bahwa Indonesia punya potensi pasar yang besar. Andy menilai, tingginya traffic dari Indonesia ke situs-situs WAP di luar negeri bisa merangsang kalangan content provider (CP) untuk mengembangkan situs-situs yang dapat diakses melalui pongam. Saat ini jumlah situs berbasis WAP di Indonesia memang masih sedikit.
Lantas, apa artinya jumlah impresi yang tinggi itu? Tiada bukan, potensi memasang lewat pongam ternyata memang lumayan. Menurut Aunkur Arya, Direktur Business Development AdMob, iklan melalui WAP lebih efektif ketimbang iklan konvensional. Sebab, jumlah pengguna pongam di Indonesia lumayan banyak, sekira 80 juta orang. Dan pesan yang disampaikan oleh pemasang iklan akan langsung diterima oleh pemegang pongam.
Di mata Tommy Ramelan, Business Development New Edge (juga perusahaan penyedia iklan untuk mobile web), mobile advertising sangat efektif untuk membidik target audience. Ini berbeda dengan iklan melalui media massa biasa yang acap tak focus segmentasinya. ?Mereka membidik semua orang,? terang Tommy.
Salah satu contoh mobile ad yang cukup berhasil adalah iklan bersama antara Esia (layanan telepon tetap nirkabel dari Bakrie Telecom) dengan Izzi Pizza (restoran pizza). Iklan itu menggunakan sarana pesan singkat (SMS). Menurut Tommy, iklan itu cukup efektif membangun brain awareness. Operator dapat mempertahankan pelanggannya, dan Izzi Pizza mendapatkan keuntungan dengan semakin bekennya nama mereka di kalangan pengguna Esia.
Sebenarnya mobile ad tak hanya menggunakan sarana WAP dan SMS, tetapi juga dapat menggunakan media lainnya, seperti java application. Saat ini, Tommy sedang menjajaki kerja sama dengan sebuah portal kesehatan bernama klik dokter. Dengan portal yang menggunakan java application, hubungan antara komunitas kesehatan dengan konsumennya dapat terjalin baik. Rencananya, untuk menjalankan portal ini, Tommy akan merangkul beberapa sponsor dari kalangan kesehatan.
Tommy memang harus terus mengembangkan jaringannya. Sebab, masa depan adalah era digital. Di luar negeri, bisnis mobile ad ini sudah sangat menarik. Setiap kali ada orang yang mengunjungi portal iklan yang tersedia, biro iklan akan mengenakan minimal tarif 50 sen dollar. Bahkan, ada yang mengenakan tarif hingga US$ 10. Uang yang masuk itu dibagi antara biro iklan dengan pemilik portal.
Menggiurkan, memang. Tapi, Janoe Arijanto rupanya belum begitu tertarik. Praktisi periklanan dan Strategic Planning Director Dentsu itu menilai, dalam dua tahun ke depan, perkembangan mobile ad di Indonesia tidak akan tumbuh berarti. Hambatan yang akan dihadapi adalah budaya para pengguna pongam yang masih lebih senang melakukan SMS atau percakapan semata. Mereka jarang menggunakan fasilitas GPRS apalagi 3G. Padahal, iklan hanya dengan SMS atau percakapan kemungkinan akan garing.
(srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com