Getting Time...

Bill Gates: Indonesia Bisa Tiru e-Gov Singapura

sindo -
Sabtu, 10 Mei 2008 17:08 wib
detail berita
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) memperhatikan ceramah yang disampaikan Chairman Microsoft Corp, Bill Gates saat ia memberikan kuliah umum bertajuk "Second Digital Decade", di Jakarta Convention Center, Jumat (9/5).

JAKARTA - Indonesia dinilai Chairman Microsoft Corp Bill Gates berpotensi besar menjalankan pemerintahan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan dengan basis teknologi informasi (TI). Khusus penerapan e-Government (e- Gov), Indonesia bisa meniru keberhasilan Singapura.

"E-Gov merupakan salah satu terobosan penting untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik. Penerapan teknologi informasi dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam manajemen pemerintahan," ungkap Bill Gates dalam acara The Government Leaders Forum (GLF) Asia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (9/5/2008) kemarin. Dia mencontohkan Singapura sebagai negara kecil di Asia yang sukses menerapkan e-Gov. Tata pemerintahan yang efisien dengan e-Gov menjadikan Singapura memiliki daya saing tinggi di bidang bisnis. Keberhasilan itu dapat ditiru semua negara, termasuk Indonesia.

"Penerapan e-Gov serta program pendidikan dan pelayanan kesehatan berbasis TI akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu motor pembangunan ekonomi berkelanjutan," kata orang terkaya ketiga di dunia versi majalah Forbes itu. Gates mengungkapkan sejumlah program, kemitraan, dan komitmen investasi Microsoft terkait penyediaan teknologi yang terjangkau masyarakat luas.

Menurut dia Microsoft memiliki program Partners in Learning dalam pendidikan dasar dan menengah yang menjangkau 100 juta pelajar di dunia. Khusus untuk Indonesia, Gates berkomitmen melanjutkan program Microsoft Innovation Center (MIC) bekerja sama dengan Universitas Pelita Harapan. Berbagai program itu dijalankan Microsoft agar semua orang dapat memanfaatkan akses teknologi.

"Kami ingin mendukung perekonomian di negara ini dengan pelayanan akses teknologi informasi digital sehingga itu dapat berperan dalam pengembangan pengetahuan global," kata Gates. MIC memberikan akses kepada pengembang perangkat lunak, profesional TI, pelajar, peneliti, akademisi, dan wirausahawan di negeri ini. Di Indonesia telah berkembang empat buah MIC.

Menurut Gates, rencana perluasan program MIC di Indonesia merupakan investasi terbesar kedua Microsoft di Asia-Pasifik setelah China. Microsoft pertama kali mendirikan MIC pada 2006. Kini jaringan MIC telah melayani 100 komunitas di 60 negara. Lebih dari 30 MIC berada di 13 negara Asia-Pasifik. Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan salah satu MIC terbaik karena dalam tiga tahun terakhir mewakili Indonesia dalam final Imagine Cup tingkat dunia. Imagine Cup merupakan program MIC. (srn)

  • irsanbauer » 0 Tanggapan
    Memang dunia sudah berubah, software dibuat utk user. Jadi penggunaannya terserah kpd user. Disini Bill Get dkk, tdk jeli melihat situasi ini, maka masuklah Linux, yg penggunaan disesuaikan dgn kemamuan user, tdk dikebiri. Inilah yg menyebabkan omzet Microsoft turun
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar