Getting Time...

Canon Optimistis Penjualan Terus Tumbuh

sindo -
Selasa, 30 September 2008 14:14 wib

JAKARTA - Canon memangkas antara 5 persen hingga 10 persen harga kamera digital kelas menengah. Canon juga menawarkan bonus-bonus menarik untuk meningkatkan penjualan.

Pertumbuhan penjualan sejumlah produk teknologi terancam melemah akibat penurunan daya beli konsumen, yang dipicu lonjakan inflasi dan biaya energi. Namun, distributor tunggal produk Canon di Indonesia, PT Datascrip, optimistis target penjualan pada tahun 2008 akan tercapai.

"Daya beli konsumen memang menurun. Ada beberapa produk kelas menengah yang penjualannya sangat terpengaruh penurunan daya beli konsumen.Namun, sampai akhir tahun 2008 kami tetap optimistis," ujar Direktur Canon Division PT Datascrip Merry Harun.

Merry menuturkan, produk- produk Canon terbagi dalam dua kategori, yaitu sejumlah produk fungsional dan produk pelengkap lifestyle (gaya hidup). Produk fungsional antara lain printer. Adapun produk lifestyle antara lain kamera digital. Saat daya beli konsumen melemah, konsumen menjadi lebih selektif untuk berbelanja. Akan tetapi, Merry meyakini, konsumen akan tetap membeli printer karena konsumen membutuhkan produk tersebut.

"Produk fungsional tetap diperlukan. Konsumen mengurangi belanja untuk produk lain. Namun, daya beli untuk printer masih ada. Karena itu, kami optimistis sekali penjualan printer tidak akan turun. Bahkan, penjualan produk itu pada tahun ini akan naik," papar Merry.

Dalam penuturan Merry, pada 2007 Datascrip berhasil menjual sekitar 600.000 unit printer fungsi tunggal di Indonesia. Datascrip menargetkan, pada 2008 penjualan produk tersebut akan meningkat 100.000 unit menjadi sekitar 700.000 unit. Pertumbuhan penjualan juga diperkirakan terjadi pada produk-produk printer multifungsi, yaitu printer yang memiliki pula fungsi scanner, fotokopi, dan pada sejumlah tipe, ada fungsi faksimile.

Pada 2007 Datascrip mampu menjual sekitar 80.000 unit printer multifungsi Canon. Datascrip menargetkan, pada 2008 penjualan printer multifungsi Canon di Indonesia akan melonjak menjadi sekitar 180.000 unit. Target pertumbuhan tersebut terbilang ambisius. Namun, Merry menilai target itu masuk akal karena permintaan printer multifungsi di Indonesia sangat besar.

"Permintaan terhadap printer multifungsi meningkat cepat sekali. Karena itu, kami menargetkan kenaikan sangat tinggi untuk penjualan produk tersebut," kata Merry. Periode kuartal ketiga (Juli-September) 2008 hampir berakhir. Merry mengungkapkan, Datascrip tidak menjumpai penurunan penjualan produk Canon pada dua bulan pertama kuartal ketiga 2008, yaitu Juli dan Agustus.

Namun pada September, penjualan produk-produk Canon turun, dibandingkan dengan dua bulan sebelumnya. Penurunan penjualan itu tidak terjadi akibat penurunan daya beli, melainkan lebih disebabkan masalah distribusi.

Datascrip kesulitan mendistribusikan produk ke luar Jakarta karena sejak awal September arus kargo dari Jakarta ke luar kota dikurangi untuk memberikan ruang jalan kepada para pemudik Lebaran. Datascrip bahkan mengaku sama sekali tidak bisa mengirim produk ke luar kota sejak awal September.

"Penjualan pada September sangat kecil dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya karena yang bisa kami kirim kebanyakan di Jakarta saja. Tapi untungnya, pada dua bulan sebelumnya tidak terasa ada penurunan," sebut Merry.

Kendati tetap optimistis dengan lini printer, Datacrip melihat ada risiko penurunan pada penjualan kamera digital, terutama kelas menengah, akibat penurunan daya beli konsumen. Merry memperkirakan, penjualan kamera digital Canon di Indonesia pada kuartal keempat (Oktober- Desember) 2008 akan turun 10 persen dibandingkan kuartal ketiga 2008.

Akan tetapi, Merry optimistis penjualan kamera digital Canon di Indonesia untuk keseluruhan 2008 mampu meningkat sekitar 30 persen per tahun karena Canon memiliki posisi kuat di pasar kamera dan memiliki strategi pemasaran agresif.

Di pasar kamera digital, Canon memiliki daya saing besar karena Canon memiliki portofolio produk sangat lengkap di kelas pemula, menengah, dan atas. Di pasar kamera kelas pemula, Canon menekan serendah mungkin harga produknya sehingga harga kamera Canon tetap terjangkau kendati daya beli konsumen turun.

Merry memaparkan, yang paling terkena imbas penurunan daya beli adalah kamera kelas menengah. Guna mempertahankan volume penjualan kamera kelas menengah, Canon memangkas antara 5 persen hingga 10 persen harga sejumlah produknya. "Kami juga berikan bonus-bonus menarik, terutama menjelang Lebaran," kata Merry.

Guna memperkuat posisi di pasar kamera digital yang semakin kompetitif, Canon meningkatkan signifikan anggaran pemasaran.Pada 2008, Canon bahkan mulai beriklan di media televisi Indonesia. Merry menegaskan, investasi itu berbuah sehingga Datascrip berani memasang target pertumbuhan 30 persen per tahun untuk kamera digital Canon.

Di pasar kamera kelas atas, Datacrip tidak terlalu mencemaskan risiko penurunan penjualan produk Canon. Sebab, Datascrip beranggapan, konsumen kelas atas selalu memiliki cukup dana untuk berbelanja produk- produk lifestyle seperti kamera digital. Di sepanjang 2008, Datascrip telah merilis delapan model printer fungsi tunggal Canon di Indonesia.

Empat model adalah printer A3,dua model printer kelas pemula, dan dua model lagi printer untuk SOHO (small office/ home office). "Jadi range produk Canon sangat lengkap. Untuk printer multifungsi, kami sudah merilis lebih banyak lagi. Demikian juga untuk kamera digital," kata Merry. Di Indonesia, pada 2008 Datascrip sudah merilis tiga model printer multifungsi kelas pemula,tiga model printer multifungsi kelas menengah, dan dua model printer multifungsi kelas atas.

Di samping itu, Datascrip juga sudah merilis empat model printer multifungsi yang memiliki kemampuan faksimile. Untuk kamera digital, pada 2008 Datascrip sudah merilis lima model kamera kompak Canon PowerShot, tujuh model kamera lifestyle Canon Ixus, serta kamera digital semiprofesional Canon PowerShot G9.

Pada tahun depan, Datascrip akan merilis tidak kalah banyak kamera digital terbaru Canon. "Tahun depan, kami usahakan positioning yang sama. Kami akan merilis antara lima hingga tujuh model kamera PowerShot kelas pemula, tujuh model kamera Ixus,dua atau tiga kamera semiprofesional, dan dua atau tiga model kamera profesional Canon EOS Series," papar Merry. (srn)

Beri komentar