Getting Time...

Identifikasi DNA Dari Nama Keluarga

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Kamis, 9 Oktober 2008 07:41 wib
detail berita
Family Tree

LONDON - Saat ini kepolisian dianggap kesulitan jika mengidentifikasi korban kejahatan yang sudah tewas. Namun, suatu hari nanti masalah itu akan terpecahkan. Kemungkinan ini akan terjadi setelah peneliti asal Inggris mengembangkan sistem dimana polisi dapat menganalisa DNA, tanpa harus menunggu ahli forensik.

Adalah ilmuwan asal Universitas Leicester, yang mengembangkan sistem untuk memudahkan pekerjaan polisi tersebut. Dalam demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa ilmuwan itu, terlihat bagaimana DNA dapat diidentifikasi dengan mudah.

Penemuan yang dilakukan oleh para peneliti genealogi dapat memudahkan investigasi melalui DNA yang diambil dari darah, rambut, dan air liur si korban. Teknik ini dimulai dengan menganalisa DNA melalui Y Kromosom, lalu dari situ polisi dapat mengidentifikasi si korban dengan nama keluarga, lewat riwayat dari ayah ke anak.

Seperti dilansir AFP, Rabu (8/10/2008) dari studi yang dilakukan terhadap 2.500 pria, dimana 24 persen hasilnya menyatakan bahwa ada kemungkinan setiap dua orang pria memiliki nenek moyang yang sama. Akan tetapi, presentase ini bisa naik menjadi lebih dari 50 persen.

"Faktanya cukup kuat. Kemungkinan nama keluarga dan Y kromosom setipe berpotensial digunakan di ilmu forensik. Polisi tinggal menyimpan database nama dan Y Kromosomnya, hubungan antara  nama keluarga dan DNA dapat membantu Polisi," jelas Turi King, salah satu ilmuwan tersebut.

Seperti kebanyakan nama di Barat, nama sebuah keluarga hampir bisa dipastikan disematkan kepada turunannya. Dengan menganalisa nama keluarga, dan Y Kromosomnya, polisi tinggal mencari riwayat kehidupannya melalui database yang telah disimpan. (srn)

Beri komentar