BANDUNG - Tarif pulsa dan kartu perdana yang semakin murah menyebabkan tingkat kartu hangus (churn rate) ikut meningkat. Churn rate pengguna ponsel di Jabar saat ini bisa mencapai 40 persen dari total penjualan operator.
Executive General Manager Divisi Regional III Jabar Banten PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Walden R Bakara mengatakan, churn rate pengguna kartu flexi di wilayahnya mencapai 30 - 40 persen.
"Kami terus berupaya memperbaiki kualitas jaringan agar tingkat pergantian kartu tidak setinggi sekarang. Setidaknya bulan ini jangan sampai lebih dari 29 persen," kata Walden pada silahturahmi PT Telkom Divre III di Rumah Makan Grandia Jalan Cihampelas No 80 Kota Bandung, Senin (27/10/2008).
Menurut Walden, ada dua hal yang menyebabkan pengguna telepon seluler (ponsel) berganti kartu. Pertama karena banyaknya jasa penyedia telekomunikasi seluler. Selain itu, setiap operator kerap memberikan tarf kartu perdana yang murah.
"Daripada membeli pulsa, orang sekarang lebih memilih untuk beli kartu perdana yang harganya lebih murah. Resikonya paling hanya repot berganti-ganti nomer saja," ujarnya.
Sejak tarif pulsa semakin murah, tingkat average revenue per user (ARPU) semakin menurun. ARPU pelanggan Flexi saat ini berkisar RP30.000/bulan. Jumlah pelanggan flexi di Jabar sekarang pun berkisar 870.000 orang.
Walden menargetkan dapat meningkatkan hingga 1,15 juta pelanggan sampai 2009. Namun melihat kecenderungan churn rate yang tinggi dan jumlah pengguna ponsel yang tinggal sedikit, pihaknya lebih membidik strategi akuisisi.
"Setidaknya pengguna ponsel yang sudah eksisting juga menggunaka kartu flexi. Kami lebih memilih cara ini sembari meningkatkan kualitas jaringan flexi yang masih memiliki banyak kekurangan," jelasnya.
Sementara itu, Manager Marketing PT Excelcomindo (XL) Central Region Nurul Nurnasari berpendapat, pelanggan ponsel di Indonesia masih sensitif dengan masalah tarif. Ketika ada operator yang menawarkan tarif lebih murah, pelanggan langsung berpindah operator.
Perpindahan pelanggan dari operator yang satu ke operator lainnya inilah yang memicu tingginya churn. Pelanggan secara otomatis menghanguskan kartu ponsel yang lama pindah ke operator lainnya.
Setelah memberlakukan tarif murah, tingkat churn di XL mencapai 40 persen. Padahal sebelum terjadi perang tarif antar sesama operator, churn tidak lebih dari 30 persen. Menurut Nurul, tarif murah memang efektif untuk menjaring pelanggan baru namun tidak untuk mencari pelanggan loyal. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined index: topic
Filename: read/vdetails.php
Line Number: 147