Getting Time...

Perang Tarif Operator Akan Mereda Tahun 2009

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Rabu, 26 November 2008 10:26 wib
detail berita
Ilustrasi (Corbsi)

JAKARTA - Perang tarif antaroperator yang memanas pada tahun 2008 diperkirakan akan mereda pada tahun 2009 mendatang. Operator dinilai akan mengukur sejauh mana kemampuan perusahaannya untuk menurunkan tarif.

"Equilibrum tiap operator berbeda. Operator harus jeli dalam perang tarif jika ingin tetap bertahan," ujar Direktur Bakrie Telecom Rahmat Djunaidi pada acara seminar nasional Peluang dan Tantangan Industri Seluler 2009 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (26/11/2008).

Menurut Rahmat, di tahun 2008 perang tarif memang dirasakan pelanggan, tapi sebenarnya tarif belum murah. Hal itu akan membuat seluruh operator akan mengukur kembali seluruh cost untuk melakukan penurunan tarif pada 2009.

Selain itu, situasi krisis global yang dihadapi masyarakat menuntut semua industri untuk melakukan efisiensi. "Bila perang tarif terus dilakukan maka yang akan dirugikan adalah masyarakat," katanya.

Pada 2009 mendatang, operator harus lebih jeli lagi melihat perang tarif seluler untuk dapat bertahan di industri ini.

Pengamat seluler M Hendrowiyono mengatakan, dalam satu dua tahun ke depan diperkirakan akan ada operator yang berguguran jika kondisi persaingan terus memanas. persaingan tersebut juga tidak didukung dengan tingkat ARPU yang terus menurun.

"Di akhir dekade lalu, Indosat boleh berbangga bahwa ARPU dari pelanggan di atas Rp115.000, Telkomsel Rp125.000. Kini tidak hanya Indosat atau Telkomsel, ARPU rata-rata hanya sekira Rp40 ribu, bahkan lebih kecil lagi untuk operator baru," kata Hendrowijono. (jri)

Beri komentar