JAKARTA - Seiring pertumbuhan jumlah pelanggan yang cukup tinggi, persediaan nomor Esia pun mulai kepentok. Jumlah pelanggan Bakrie Telecom pada Maret tumbuh 77,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 4,5 juta, hingga kini mencapai 8 juta pelanggan.
"Dari sekira persediaan 10 juta nomor berkepala sembilan sekarang hanya tersisa, satu juta nomor," ujar wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom, Erik Meijer pada saat peluncuran produk kartu perdana berawalan angka delapan, di ITC Roxy Mas Jakarta, Selasa (19/5/2009).
Menurut Erik, pelanggan aktif esia saat ini mencapai sekira 8 juta nomor, sedangkan satu juta nomor sudah tidak aktif.
'"Sisanya yang satu juta nomor itulah yang belum dipasarkan," tandas Erik.
Keterbatasan nomor itu, disiasati Esia dengan meminta kembali kuota penomoran kepada pemerintah.
"Kami akan meluncurkan dua ratus ribu starterpack dengan awalan delapan khusus untuk Jakarta," ujar Erik.
Erik menambahkan, jika nanti persediaan tetap kurang pihaknya akan meminta kembali blok penomoran kepada pemerintah.
Peluncuran 200 ribu paket perdana berawalan angka delapan di Jakarta itu juga diikuti dengan penawaran tarif baru kepada para pelanggan. Berbeda dengan nomor berawalan angka sembilan, pemilik nomor angka depan 8 itu akan menikmati tarif Rp80 untuk seluruh nomor Esia di Indonesia, Rp480 untuk seluruh nomor lokal operator lain, dan untuk nomor lokal lain akan dikenakan tarif Rp800 per menit.
Untuk mengaktifkan tarif baru itu pelanggan esia bernomor kepala sembilan dan delapan cukup mengetik kepala nomor 8 atau 9 dan mengirimkan sms ke nomor 828 dengan biaya mutasi Rp4.800. (srn)