CALIFORNIA - 3 orang perempuan berhasil memenangkan kompetisi ilmiah terbesar di dunia untuk tingkat pra-universitas besutan Intel dalam ajang Intel International Science and Engineering Fair.
Intel ISEF merupakan bagian dari program Society for Science and the Public. Tiga perempuan yang berhasil memenangkan kompetisi adalah Tara Adiseshan yang berusia 14 tahun dari Charlottesville, Vancouver. Lalu seorang gadis berusia 17 tahun bernama Li Boynton dari Houston. Dan terakhir adalah Olivia Schwob yang berusia 16 tahun dari Boston. Ketiganya terpilih dari 1.563 peserta yang berasal dari 56 negara, regional dan daerah. Masing-masing akan menerima beasiswa sebesar USD50.000 dari Intel Foundation.
Tara Adiseshan mengidentifikasi dan mengklasifikasi hubungan evolusi antara lebah dan nematode (cacing berukuran mikroskopik) yang hidup di dalamnya. Tara berhasil membuktikan hubungan evolusi yang terjadi antara keduanya, karena keduanya memiliki hubungan ekologi yang erat. Singkatnya, jika salah satu spesies berevolusi, spesies lainnya juga akan berevolusi.
Li Boynton mengembangkan sebuah biosensor dari bakteri bioluminescent (organisme yang dapat bercahaya) untuk mendeteksi pada air yang terkontaminasi. Biosensor Li ini lebih murah dan mudah digunakan dibandingkan biosensor yang sudah ada, dan ia berharap biosensor ini dapat digunakan di negara berkembang untuk mendeteksi jika ada racun berbahaya pada air.
Sedangkan Olivia Schwob dengan isolasi genetika yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan pada cacing. Hasilnya dapat membantu mengetahui proses belajar pada manusia, dan bahkan mencegah, merawat dan menyembuhkan gangguan mental di masa depan.
"Tujuan sebenarnya dari dilangsungkannya Intel International Science and Engineering Fair adalah untuk lebih meningkatkan penghargaan dari yang telah dicapai oleh generasi muda di bidang akademis dan proses belajar. Saya harap makin banyak kaum muda yang meneladani para pelajar ini dan menyadari mereka juga dapat terkenal dengan otak mereka. Mereka tidak perlu menjadi quarterback football, pemain basket atau baseball untuk dapat dikenal oleh orang banyak," kata Intel Chairman Craig Barrett, melalui keterangan resminya, Rabu (20/5/2009).
Selain tiga pemenang utama yang masing-masing menerima USD50.000, lebih dari 500 peserta Intel International Science and Engineering Fair juga akan menerima beasiswa dan hadiah untuk hasil kerja mereka yang istimewa. Penghargaan dari Intel meliputi penghargaan untuk 19 pemenang 'Best of Category' yang masing-masing mendapatkan beasiswa dari Intel sebesar USD500 dan sebuah laptop baru dengan processor Intel Core 2 Duo. Intel juga menghadiahkan bantuan sebesar USD1.000 untuk sekolah asal pemenang dan penyelenggara lomba cipta ilmiah yang terafiliasi Intel ISEF asal pemenang yang mereka wakili. (srn)