MacBook Pro kini dipasarkan dengan harga mulai USD1.199 dan MacBook Air berharga mulai USD1.499.
Apple Inc meremajakan lini notebook berkinerja tinggi MacBook Pro. Semula MacBook Pro hanya tersedia dalam pilihan layar 15 inci dan 17 inci. Kini MacBook Pro tersedia dalam pilihan layar 13 inci, sama dengan notebook Apple kelas lebih murah yakni MacBook.
Tanpa bisa dihindari, kehadiran MacBook Pro 13 inci menganibal MacBook.Terutama MacBook bercangkang alumunium, yang dirilis perdana pada 14 Oktober 2008. Penyebabnya, harga MacBook Pro 13 inci ternyata lebih murah daripada MacBook alumunium yang juga berlayar 13 inci.
Dalam peluncuran perdana pada akhir tahun silam, MacBook alumunium dipasarkan dengan harga mulai USD1.299. Kini Apple memasarkan MacBook Pro 13 inci dengan harga mulai USD1.199.
Karena posisi MacBook alumunium dipastikan terdesak MacBook Pro 13 inci yang berkinerja lebih tinggi, Apple pun menghentikan penjualan MacBook alumunium. Di samping merilis MacBook Pro 13 inci,Apple juga meremajakan MacBook Pro yang berlayar 15 inci dan 17 inci.Fokus peremajaan MacBook Pro kali ini adalah meningkatkan efisiensi konsumsi baterai.Apple menyatakan, Mac- Book Pro generasi terbaru 40 persen lebih hemat energi daripada generasi sebelumnya.
"Di seluruh lini, seluruh model MacBook Pro terbaru kini dilengkapi baterai built-in dari Apple yang bisa beroperasi hingga tujuh jam sebelum harus diisi ulang," ujar Senior Vice President Worldwide Product Marketing Apple Inc Philip Schiller. Lebih dari peremajaan teknologi, Apple juga memangkas harga jual MacBook Pro. Sebelumnya, Apple selalu menjual MacBook Pro 15 inci dengan harga paling murah USD1.999.
Kini, MacBook Pro 15 inci dipasarkan dengan harga mulai USD1.699. Pemangkasan harga juga terjadi pada lini MacBook Pro 17 inci. Sebelumnya, Apple menjual Mac- Book Pro 17 inci dengan harga mulai USD2.799. Kini, MacBook Pro 17 inci generasi terbaru dipasarkan dengan harga mulai USD2.799.
Tidak hanya memangkas harga MacBook Pro, Apple juga memangkas harga notebook paling tipis dunia MacBook Air. Semula, MacBook Air dipasarkan dengan harga mulai USD1.799. Kini Apple memasarkan MacBook Air terbaru dengan harga mulai USD1.499. Apple saat ini menawarkan tiga jenis notebook, yakni notebook kelas mainstream (umum) MacBook, notebook berkinerja tinggi Mac- Book Pro, dan notebook kelas ultraportable MacBook Air.
Kendati sudah memangkas harga MacBook Pro dan MacBook Air, Apple tidak memangkas harga MacBook. Apple tidak menjelaskan alasan pemangkasan harga ini. Namun, Apple diperkirakan memangkas harga untuk mengantisipasi penurunan penjualan notebook yang didesak netbook. Saat daya beli turun akibat krisis, konsumen memang cenderung memilih produk berharga lebih terjangkau.
"Situasi saat ini memang tidak menentu. Tetapi satu hal yang jelas adalah pasar PC global menempuh perjalanan sulit. Para produsen PC harus segera menyesuaikan harga dan melakukan konsolidasi agar industri PC tidak ambruk seperti industri automotif," tandas Director Worldwide Quarterly PC Tracker IDC Loren Loverde. Firma riset Gartner Inc memperkirakan, volume penjualan PC (personal computer) global pada 2009 hanya akan mencapai 257 juta unit.
Artinya,volume penjualan PC global pada 2009 turun 11,9 persen dibandingkan 2008. Gartner menilai, penurunan pertumbuhan ini dramatis karena lebih besar daripada penurunan 3,2 persen yang terjadi pada 2001.
"Industri PC menghadapi tantangan luar biasa besar karena perekonomian global terus melemah. Para pengguna PC di dunia memperpanjang penggunaan PC lama karena mereka tidak sanggup membeli PC baru. Akibatnya, volume penjualan anjlok," tutur Research Director Gartner Inc George Shiffler.
Gartner menyebutkan, pasar PC memiliki tiga kategori, yakni desktop, notebook, dan netbook atau notebook mini. Pada 2009, penjualan desktop menjumpai pertumbuhan terendah di antara ketiga kategori tersebut, yaitu negatif 31,9 persen per tahun dengan volume 101,4 juta unit.
Pada saat yang sama, penjualan notebook hanya bertumbuh 9,0 persen per tahun dengan volume 155,6 juta unit. Gartner menjelaskan, pertumbuhan penjualan notebook global pada 2009 masih bisa bertahan di level positif karena terdongkrak penjualan pesat netbook. Tanpa bantuan netbook, maka penjualan notebook global pada 2009 hanya akan bertumbuh 2,7 persen per tahun.
Dalam penilaian Gartner, penjualan netbook global pada 2009 akan meningkat hampir dua kali lipat menjadi sekitar 21 juta unit, dari 11,7 juta unit pada 2008. Namun, pertumbuhan pesat penjualan netbook tidak mampu meredam penurunan penjualan PC secara umum karena netbook baru mewakili 8,0 persen dari total pasar PC global. Firma riset iSuppli Corp menambahkan, pertumbuhan pesat penjualan netbook tidak akan bertahan dalam waktu lama. Sebab, iSuppli menilai, konsumen tidak membeli netbook karena menyukai platform tersebut, tetapi karena 'terpaksa'.
"Orang tidak membeli netbook karena menginginkan platform itu.Tetapi karena netbook adalah platform PC yang berharga paling terjangkau dan memiliki mobilitas," tandas Principal Analyst Compute Platform iSuppli Corp Matthew Wilkins.
Ketika perekonomian membaik dan konsumen memiliki lebih banyak anggaran belanja ekstra, Wilkins menegaskan, maka konsumen akan kembali ke notebook karena notebook memiliki fungsi komputasi dan hiburan lebih banyak daripada netbook. (srn)