o1 o2

Techno - Internet


Wawancara Megawaty Khie

Cicipi Pasar Konsumer via HP Indonesia

Selasa, 16 Juni 2009 - 11:30 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Managing Director Personal Systems Group di HP Indonesia Megawaty Khie

Beberapa waktu lalu Megawaty Khie resmi bergabung dengan salah satu vendor peranti keras Hewlett Packard (HP) di Indonesia. Kepindahanya dari Dell untuk menerima tampuk Managing Director Personal Systems Group, HP Indonesia. Apa alasan kepindahan Megawaty Khie ke perusahaan kompetitornya terdahulu? Lalu strategi apa yang akan dibawa olehnya ke HP?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, okezone berkesempatan berbincang santai dengan wanita yang sangat menggemari musik Jazz itu di Kantor HP Wisma Danamon, Mega Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu. Dan berikut rangkuman wawancara tersebut.

+ Apa alasan Anda pindah dari Dell ke HP, yang jelas-jelas keduanya adalah kompetitor di industri peranti keras?

- Alasan pertama adalah karena saya diberikan tantangan besar dan tim besar di HP ini. Sedangkan yang kedua, saya sudah mempunyai pengalaman di segmen segmen UKM dan enterprise. Akan tetapi, di segmen konsumer saya belum mencobanya. Nah dengan pengalaman yang saya punya, saya ingin memberikan kontribusi dan menerapkannya, karena bagi saya ini sangat menarik tantangannya. Apalagi berdasarkan riset IDC di sisi konsumer, pertumbuhannya sangat tinggi sekali.

+ Dari pengalaman Anda selama ini, apa karakteristik konsumen di Indonesia?

- Karekterik konsumen Indonesia mempunyai dua pola yang signifikan, yang pertama konsumen yang ingin barang mewah meskipun itu lebih mahal, dan segmen pasar yang lebih banyak untuk digarap. Kedua, segmen Very low end, tapi mempunyai keinginan utuk fitur yang sangat lengkap.

+ HP sendiri ingin mensasar yang mana? Baik segmen high end maupun low end mana yang lebih menguntungkan?

- HP mau menggarap keduanya. Karena  produk yang low end dan high end yang sesuai dengan segmen HP sudah punya. Dari sisi keuntungan, low end memang mempunyai margin yang sedikit tapi jika dikumpulan akan banyak. Tapikan, kita ingin mengejar sisi market share juga, sebab dari segmen high end-kan memang keuntungan yang didapat, walaupun tidak banyak unit yang dijual.

+ Anda sendiri mempunyai target apa di perusahaan ini?

- Sejujurnya, HP tidak memberikan target apapun kepada saya. Namun, saya sendiri mempunyai startegi khusus yang dilakukan, yaitu menggarap tiga segmen yang terdiri dari nterprise, UKM, konsumer. Selain itu juga,  yang perlu ditingkatkan, cakupan geografi yng perlu diperluas. Terlebih, permintaan produk HP banyak yang berada diluar JakartaT. Kami telah mempunyai 37 layanan service, dan itu perlu dimanfaatkan, sehingga menjangkau konsumer sangat mudah. Kami tidak hanya meningkatkan penjualan saja, tetapi juga dari sisi layanan juga.

+ Apa yang HP tawarkan dari sisi peningkatan untuk layanan service center yang telah tersebar itu?

- HP Service Center yang sebelumnya telah memberikan layanan berupa bench repair dan On Call Services, mulai tahun lalu dilengkapi dengan beragam layanan serta fasilitas baru yang lebih personal serta memiliki keunggulan dibandingkan dengan layanan atau fasilitas yang dihadirkan oleh penyedia layanan sejenis di industri yang sama.

Adapun tambahan yang diberikan di service center berupa, Personal Consultation - selain untuk memperoleh penyelesaian terbaik atas unit yang membutuhkan layanan perbaikan, pelanggan juga dapat berkonsultasi seputar pengetahuan atau penggunaan produk yang lebih baik beserta tips and tricknya. Dan Layanan perbaikan ekspres dalam waktu 30 menit, dengan syarat dan ketentuan berlaku.

+ Tren apa yang dirasakan HP saat ini, mengingat dunia sedang dilanda krisis? Terlebih di HP pusat terjadi pemangkasan karyawan besar-besar, karena menurunnya pemasukan dari sektor notebook dan printer yang selama ini menjadi andalan HP.

- Krisis karyawan di HP di luar negeri, tidak sama kondisi Indonesia. Di Tanah Air pertumbuhannya masih bergerak, dibandingkan dengan negara Asia Pasifik jauh kita. Bahkan dengan Malyasia dan Thailand sekalipun, apalagi politik Indonesia juga mendukung kestabilan pertumbuhan ini. Untuk masalah tren khususnya di segmen enterprise, telah bergeser penyediaaan bujet untuk teknologi baru. Saat ini perkantoran lebih senang menyediakan bujet untuk mengganti dari PC ke netbook. Karena perusahaan ingin karyawan bekerja 24 jam secara mobile. Ini tidak terlepas dari, kebijakan perusahaan yang penggantian peranti lunak dari tiga tahun, menjadi lima tahun. (srn)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar

[+lihat komentar]


o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4