JAKARTA - Ponsel lokal ternyata tak selamanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Di tengah kompetisi dengan nama-nama besar seperti, Nokia, Blackberry dan Sony Ericsson, ponsel merek lokal berupaya untuk bangkit menunjukkan eksistensinya.
Sepanjang pelaksanaan ICS 2009, kemarin bahkan ribuan orang rela untuk antri berdesak-desakan untuk mendapatkan ponsel lokal merk Nexian. Melihat fenomena tersebut, K-touch sebagai salah satu produsen ponsel merek lokal langsung menggebrak dengan jajaran ponsel yang siap bertarung di pasaran.
Tak tanggung-tanggung K-Touch meluncurkan delapan ponsel baru sekaligus untuk dipasarkan. Ke delapan ponsel itu terdiri dari segmen low end hingga high end.
Di jajaran ponsel low-end, K-Touch menghadirkan B2012 dan B2015. Selain itu, K-Touch juga menelurkan ponsel CDMA B2033C untuk melengkapi jajaran ponsel CDMA-nya.
Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah K-Touch D177, sebuah ponsel K-Touch dual-on GSM berdaya tahan terlama karena ditunjang baterai berkekuatan 1800 mAh.
"Dengan harga di bawah sejuta rupiah, pelanggan dapat memiliki ponsel berwarna dan berteknologi dual-on GSM," kata Andy Tanujaya, marketing manager K-Touch Indonesia, dalam keterangan resminya, Selasa (16/6/2009).
Sementara itu di jajaran ponsel fashion, K-Touch mengenalkan Q981, yakni ponsel dual-on GSM dengan desain flip, yang mana bagian luar flip terdapat lampu warna warni yang berubah-ubah warnanya mengikuti alunan musik yang diputar.
"Ponsel ini bisa dibilang pendobrak hegemoni ponsel China yang selama ini cenderung candybar," kata Andy.
Ponsel lain yang dijadikan senjata baru K-Touch antara lain tipe A662 dan A665, dan ponsel TV V310, dan V320. (srn)