JAKARTA - Program pemberian piagam HKI oleh Bussines Software Alliance (BSA) untuk standarisasi software legal di perusahaan, sempat dipandang sinis sebagai satu cara BSA untuk merengkuh keuntungan.
Dhonny A Sheyoputra, perwakilan BSA di Indonesia, membantah anggapan tersebut. Menurutnya banyak prasangka buruk, yang mengatakan kalau pemberian HKI ini untuk menakuti perusahaan yang menguntungkan vendor tertentu.
"Namun pada kenyataanya hal itu terbantahkan dengan sendirinya, dengan banyak keuntungan yang bisa didapat dari mengikuti program piagam HKI dari BSA ini," ujar Dhonny legowo, usai pemberian Piagam HKI kepada 24 perusahaan, di Hotel Mulia, Kamis (18/6/2009).
Diutarakan Noegroho S Soetardjo Asisten Deputy Director Coorporate Finance PT RNI, kalau piagam HKI sangat sesuai dengan visi dan misi perusahaannya yang menginginkan penggunaan 300 PC di kantor pusat RNI selalu terjaga keaslian peranti lunaknya.
"Selain inisiatif dari diri sendiri, kami juga mendapatkan sosialiasi dari Microsoft mengenai pentingnya penggunaan peranti lunak legal yang ternyata memang jauh lebih efisien," terang Noegroho.
Kendati demikian, dari pihak Microsoft yang diwakili oleh Tony Seno Hartono NTO Microsoft Indonesia, menyatakan kalau program piagam HKI sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan intelektual.
Walaupun tidak bisa dipungkiri, Tony mengungkapkan kalau Microsoft mendapatkan keuntungan signifikan dari piagam HKI dari BSA ini, yang mana Microsoft sendiri menjadi anggota dari BSA. (srn)