Dirut Indosat Johnny Swandy Sjam saat menyerahkan 25 alat press biji jarak di Sumbawa, NTB
JAKARTA - Bentuk tanggung jawab sosial Indosat ternyata tidak hanya difokuskan pada bidang pendidikan tapi juga mengoptimalkan sumber daya setempat. Salah satunya dengan mendukung kemajuan para petani biji jarak di NTB.
"Kami berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya petani biji jarak di Sumbawa. Biji jarak biasa digunakan untuk energi biodiesel, sebuah energi alternatif yang juga bisa digunakan untuk menghidupi BTS Indosat di wilayah ini," ujar Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam, melalui keterangan resminya, Selasa (23/6/2009).
Indosat memberikan 25 alat pengepres biji jarak kepada kelompok petani yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha Setia. Alat pengepres biji jarak ini nantinya akan membantu dan mempermudah para petani mengolah biji jarak menjadi minyak jarak atau jathropa sehingga diharapkan terjadi peningkatan pendapatan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik bagi penduduk setempat, khususnya petani jarak wilayah Sumbawa tersebut.
Pada tahap awal, hasil dari biodisel ini akan digunakan sebagai sumber energi alternatif bagi 6 BTS Indosat yang berada dekat dengan lokasi ini. Perangkat pengolahan biodiesel ini di produksi melalui program kemitraan antara PT Indosat dengan PT Industri Tanaman Energi.
Jumlah petani jarak sendiri di kecamatan Alas - Sumbawa Nusa Tenggara Barat yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha SETIA ini sekitar 250 petani dengan luas kebun jarak sekitar 500 ha. Biji jarak yang dihasilkan petani akan diperas dengan peralatan pengepres biji jarak bantuan Indosat untuk menjadi minyak mentah dan koperasi sebagai wadah kelompok tani mengumpulkan minyak mentah tersebut. Minyak mentah yang dibeli petani tersebut di jual oleh koperasi ke pabrik pengolahan biodiesel, yang selanjutnya minyak mentah tersebut diolah menjadi biodiesel yang siap pakai sesuai dengan standard SNI. Beberapa BTS tenaga alternatif Indosat yang berada di sekitar wilayah tersebut akan menjadi pengguna pertama dari biodiesel hasil kelompok tani ini.
Penggunaan energi alternatif untuk infrastruktur Indosat, dalam hal ini BTS di beberapa lokasi seperti di Labuhan, Lombok dan Girisari, Uluwatu Bali, merupakan inisiatif Indosat untuk menggunakan alternatif energi yang ramah lingkungan, dan telah melalui kajian yang telah dilakukan dengan pihak Institut Teknologi Bandung (ITB). Penggunaan energi alternatif dalam pengoperasian BTS yang mengkombinasikan tenaga surya, tenaga angin, dan biofuel terbukti berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 2,4 ton. Untuk menggunakan sistem ini perusahaan menginvestasikan pengadaan modul surya dan turbin angin (dari LEN Industri) serta penggunaan biofuel. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com