MOGADISHU - Gerilyawan Islam garis keras Somalia, al-Shabab kembali menerapkan aturan keras bagi para pencuri di Somalia. Baru-baru ini empat orang pemuda harus kehilangan tangan dan kakinya karena kedapatan mencuri ponsel dan senjata.
Di hadapan ratusan pasang mata gerilyawan, kelompok Gerilyawan mengeksekusi empat pemuda itu di sebuah kamp di utara ibukota Somalia, Mogadishu.
"Empat pemuda itu telah kami eksekusi, masing-masing tangan kanan dan kaki kirinya telah terpotong. Ini adalah bagian dari penerapan syariah," kata juru bicara al-Shabab, Ali Mohamed Husein seperti dilansir cellular-news, Jumat (26/6/2009).
Husein mengatakan, empat pemuda itu laik mendapatkan hukuman setimpal karena terbukti bersalah mencuri di Mogadishu.
Al-Shabab diketahui ketat menerapkan hukum-hukum Islam di wilayah yang berada di bawah kekuasannya. Sejumlah saksi mata menyatakan, empat pemuda di eksekusi oleh pria yang mengenakan penutup kepala dengan menggunakan parang. Empat pencuri itupun terlihat menangis dan mengerang kesakitan saat eksekusi dilakukan.
Tak pelak, tindakan gerilyawan itu langsung mendapat sorotan tajam dari penggiat Hak asasi manusia (HAM). Amnesty International mengutuk keras tindakan itu, karena al-Shabab tidak memberikan kesempatan kepada pencuri untuk membela diri.
Al-shabab termasuk ke dalam daftar organisasi teroris Amerika serikat. Saat ini Al-shabab menguasai sejumlah kota di Somalia. Pemerintahan transisi Somalia di bawah Presiden Sheikh Sharif Shekh Ahmed berupaya keras untuk memerangi aksi gerilyawan dengan dukungan dunia barat. (srn)