Getting Time...

Dorong Penetrasi Internet, Telkom Gaet 6 Vendor

Stefanus Yugo Hindarto - Okezone
Rabu, 1 Juli 2009 19:03 wib
detail berita
Foto: Ist

JAKARTA - Rendahnya penetrasi komputer di Indonesia mendorong PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) untuk memasok layanan internet cepat Speedy dan bundling PC bersama Intel Indonesia Corporation dan lima vendor.

Lewat program bertajuk 'Getting More Value with Speedy', Telkom berupaya  meningkatkan akses masyarakat kepada peluang ekonomi dan sosial melalui penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang lebih luas.

"Program tersebut akan memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk memiliki komputer berbasis Intel dengan harga terjangkau yang dilengkapi dengan layanan internet cepat Speedy," ujar Vice President Public and Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia pada acara penandatanganan kerjasama Telkom-Intel Corporation dan lima vendor komputer tersebut ditandatangani di Jakarta, Rabu (1/7/2009).

Menurut Edy, dibandingkan pembelian secara terpisah, dalam paket bundling Speedy maupun Intel dan mitranya dapat memberikan benefit berupa potongan harga yang lebih baik bagi pelanggan.

Paket bundling yang ditawarkan meliputi komputer baik Laptop atau Netbook, modem, Paket Speedy, dan konten aplikasi sesuai segmen pelanggan. Keenam vendor komputer yang terlibat dalam program ini adalah Intel Indonesia Corporation, dan Lima vendor komputer yakni, PT. Hewlett Packard (HP) Indonesia, PT. Acer Indonesia, PT. Tera Data Indonusa, PT. Zyrexindo Mandiri Buana dan PT. Astrindo Senayasa.

"Program Getting More Value with Speedy juga memiliki beberapa sasaran di samping mempercepat penetrasi komputer dan internet kepada masyarakat, juga dimaksudkan untuk mendorong industri IT local," kata Eddy.

Dijelaskan Eddy, Saat ini dunia sedang menuju era broadband internet economy, irosnisnya penetrasi komputer di Indonesia baru sekitar 9 persen sedangkan penetrasi internet baru sekira satu persen.

"Rendahnya penetrasi disebabkan biaya koneksi internet dan harga komputer yang relatif berada di atas daya beli masyarakat,? ujar Eddy. (srn)

Beri komentar