Getting Time...

Pemerintah Kurang Perhatikan Industri Software Lokal

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Rabu, 1 Juli 2009 13:30 wib
detail berita

JAKARTA - Presiden SBY pernah mencanangkan agar industri kreatif Indonesia semakin maju di 2009. Namun sayang, itu tidak menyentuh langsung Industri software lokal.

Setidaknya itu yang dirasakan oleh PT Pesona Edu, sebuah perusahaan yang bergerak pada pengembang peranti lunak bagi pendidikan, perusahaan itu merasakan kalau perhatian dari pemerintah kurang bagi industri software lokal.

"Riset saja, kami masih harus biayai sendiri, sudah begitu saat melakukan tender pemerintah, dalam hal ini Depdiknas, lebih condong ke perusahaan asing," keluh Simon Bone General Manager Sales dan Marketing PT Pesona Edu, saat konferensi Pers 3 Anggota baru BSA, di Sate Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2009).

Padahal, Pesona Edu sendiri sudah diakui oleh dunia Internasional. Ini terlihat dari aplikasi yang mereka buat sudah diterima di 23 negara dunia.

Sumbang saran pun coba diutarakan Muhamad Ismail dari PT Zahir Indonesia. Menurutnya pemerintah harus lebih memberikan kontribusinya bagi industri dalam negeri, salah satu yang dibutuhkan adalah, fasilitas standarisasi bagi software lokal agar bisa memenuhi kualifikasi perusahaan internasional.

Dengan begitu, tidak ada lagi alasan bagi pemerintah untuk tidak menggunakan perangkat software lokal. Karena sudah memenuhi standar premium yang diakui.

"Cara yang lain adalah dengan memberikan keringanan pajak bagi industri ini. Sebab, kontribusi pemasukan pajak dari sektor tersebut masih kurang, karena baru berkembang," sambung Ismail.

Selain itu juga, dikatakan Indra Sosrojoyo Direktur PT Andal Software, kalau Industri software lokal juga harus mempersiapkan diri, karena banyak juga perusahaan yang kurang siap untuk masuk di perusahaan besar. (srn)

Beri komentar