JAKARTA - Jika China memaksakan filterisasi di negaranya, maka Indonesia tidak perlu dipaksa. Karena yang terpenting adalah kesadaran dari pengguna internet sediri dalam menyaring situs negatif.
Diutarakan Wakil Ketua ID-SIRTII Didin Pataka, jika China memiliki Green Dam maka pemerintah sudah mempunyai peranti lunak sendiri yang bernama Nawala project. Software ini sifatnya gratis diunduh. Sekarang yang diperlukan bagaimana pemerintah mengampanyekan software tersebut kepada masyarakat.
"Industri penyedia jasa intenet juga perlu didorong agar para user-nya mau menggunakan software filter seperti itu," tutur Didin, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Kamis (2/7/2009).
Apalagi menurutnya, hampir 40 sampai 60 persen di jagad maya berisi situs negatif. Ini berarti, lanjut Didin, merugikan bagi ISP sendiri karena harus mengeluarkan bandwith yang tidak perlu.
"Sekarang juga sudah banyak inisatif software filter. Tinggal bagaimana penekanannya dari pemerintah dan penyedia ISP. Kalau perlu dibikin kontrak perjanjian khusus," tandasnya.
Lagipula katanya, ini bisa menjadi pemasukan tambahan bagi ISP. Sebab segmen khusus seperti pendidikan, atau pemerintahan, perlu filterisasi tambahan pada akses internet.
"Intinya, yang diperlukan bukan pemaksaan. Namun, kesadaran dari para user itu sendiri. Nanti kalau pemerintah membuat regulasi, dikira ingin memata-matai lagi," pungkas Didin. (srn)