AMSTERDAM - Organisasi lingkungan hidup, Greenpeace International mengkritik Hewlett-Packard, Dell dan Lenovo mengenai komitmen mereka dalam menciptakan komputer ramah lingkungan.
Mereka mendesak vendor itu untuk menarik komputer yang berpotensi dapat merusak lingkungan serta mengurangi bahan-bahan berbahaya dalam pembuatan perangkat keras.
Greenpeace menilai ketiga vendor komputer ternama itu gagal memenuhi komitmen mereka untuk mengurangi bahan berbahaya pada produk komputer.
Adapun bahan berbahaya yang menjadi perhatian Greenpeace di antaranya adalah plastik polyvinyl chloride (PVC) dan brominated flame retardants (BFRs). Kedua bahan itu berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan manusia. Demikian keterangan yang dikutip dari PC World, Kamis (2/7/2009).
"Tidak ada toleransi bagi para perusahaan tersebut untuk tidak menarik kembali produk mereka yang berbahaya. Pun tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak mengupayakan untuk tidak membuat perangkat komputer bebas PVC dan BFRs," kata juru bicara Greenpeace dalam website resmi Greenpeace.
Sebaliknya, organisasi nirlaba tersebut memuji perusahaan komputer lainnya, yaitu Acer, Toshiba and Apple. Apple terutama disanjung karena menjadi yang pertama dalam memperkenalkan perangkat komputer bebas PVC dan BFRs.
Detail peringkat komputer itu dicantumkan dalam Greenpeace's Guide to Greener Electronics, yaitu sebuah petunjuk yang merating perusahaan komputer berdasarkan hasil upaya mereka terhadap kepedulian terhadap lingkungan. Besarnya konsumsi energi dan komposisi bahan kimia dalam produk mereka juga termasuk dalam penilaian ini. (srn)