KUALA LUMPUR - Malaysia melontarkan rencana untuk mengikuti jejak China yang ketat dalam melakukan pemblokiran internet. Namun hal ini mendapat banyak pertentangan.
Dilansir melalui Yahoo Tech, Jumat (7/8/2009), pemerintah Malaysia berencana untuk mengeluarkan kebijakan filterisasi arus informasi di internet untuk menggalang keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pasalnya, Malaysia sangat khawatir dengan derasnya informasi yang bebas berkeliaran di internet tanpa mengindahkan sisi negatif yang ada. Kebanyakan informasi di internet, dianggap Malaysia dipenuhi dengan hal-hal rasis.
"Kita tidak bisa memiliki kebebasan penuh seperti di Amerika karena budaya kita memang berbeda. Kita harus tetap menjaga keharmonisan dalam kehidupan bangsa kita yang dipenuhi masyarakat dari ras yang berbeda-beda. Dan sensor di internet merupakan salah stau cara untuk mengantisipasi itu semua, sekaligus menghalangi munculnya konten pornografi," ujar pejabat senior dari Badan Keamanan Nasional (NSC) Malaysia.
Namun ternyata, rencana ini tidak berjalan dengan mulus. Beberapa pihak oposisi malah menganggap hal ini sebagai bagian dari pembungkaman kebebasan berpendapat. Bahkan, beberapa pihak mengatakan bahwa rencana ini hanya sebagai langkah untuk memuluskan proyek pemerintah yang ingin memasarkan software filter internet tertentu ke Malaysia, mirip seperti Green Dam di China.
Pihak NSC langsung membantah isu tersebut dengan cepat. Menurut mereka, rencana ini murni untuk menyelematkan moral warga Malaysia dari faktor negatif internet. (srn)