Getting Time...

Robot 'Penjinak Noordin M Top', Hasil Kredit Asing

Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
Senin, 10 Agustus 2009 16:21 wib
detail berita
Ilustrasi robot militer (Foto: Sanariad)

JAKARTA - Robot penjinak bom saat ini memang dibutuhkan oleh militer. Akan tetapi, sebagian besar masih merupakan hasil kredit luar negeri.

"Robot yang dipakai militer kita saat ini memang buatan luar negeri, harganya hampir Rp1 miliar. Namun, masih menggunakan sistem kredit, yang memang tergolong menggiurkan," rinci Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman, usai Peringatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas), di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (10/8/2009).

Kehadiran robot penjinak bom sudah terbukti ampuh, ketika berhasil membantu Densus 88 dalam meringkus gembong teroris yang diduga sebagai Noordin M Top itu. Lebih lanjut Kusmayanto menjelaskan, militer Indonesia 'terperangkap' dengan janji manis kredit luar negeri. Karena, selain mahal juga membuat Indonesia tergantung pada teknologi asing.

"Di masa lalu, kredit luar negeri untuk membeli robot penjinak bom selalu disertai dengan syarat untuk memakai teknologi mereka (asing). Itu yang membuat kita jadi ketergantungan," tambah KK, panggilan Kusmayanto.

Tapi sejak 2008 sistem seperti itu sudah mulai ditinggalkan. Karena pemerintah telah menekankan pada kredit dalam negeri, yang memperbolehkan jangka waktu peminjaman hingga 1 tahun. Terlebih, kita pun mempunyai robot penjinak bom sendiri, bernama Morolipi.

Morolipi, seperti yang diolah dari berbagai sumber, merupakan mobil robot yang mempunyai lengan dengan kegunaan menjepit dan memutus kabel secara robotik. Robot buatan LIPI tersebut, juga digerakkan dengan remote untuk mengatur dari jarak jauh.

"Kejuaraan robot tingkat universitas yang sering digelar merupakan bukti kemampuan kita. Tetapi, yang menjadi kendala adalah, robot tersebut sering hanya digunakan untuk bahan exercise (latihan) saja. Karena memang marketnya tidak ada," tandas.

Ke depannya, mantan Rektor ITB ini akan makin meningkatkan pengadaan alat Hankam dan Alusista buatan sendiri. Karena selain murah juga tidak tergantung pada teknologi asing. (srn)

  • robot » 0 Tanggapan
    seharusnya ini bukan masalah mereka sendiri para pencipta robot, tapi masalah kita juga para peminat dan pengamat, dimana kita lebih percaya produk luar lebih berkualitas dari produk lokal. Cth : kita semua akan pilih mana, motor lokal / motor luar ? so semua kembali ke aspek kepercayaan terhadap kualitas.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • KRES » 0 Tanggapan
    stuju, jangan lupa bagi2 ilmunnya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ragun » 0 Tanggapan
    yoi...........setuju bos....jangan mau dijajah oleh bangsa asing..... n bagi2 ilmu kepada temen2 demi memajukan bangsa kita!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Iyan » 0 Tanggapan
    Mungkin bukan masalah ndak ada market paling ya... kalo dipoles dengan sisi investasi dan marketing rasanya bisa booming tuch robot lokal...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mawardiningrat » 0 Tanggapan
    iya dunk jangan terlalu tergantung dengan teknologi asing terus karna sebenar nya bangsa kita juga bisa,, melihat potensi pelajar kita dengan megadakan perlombaan2 antar pelajar... we love made in Indonesia...
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar