CHINA - Satelit Palapa D milik Indosat yang berhasil meluncur dari China sempat dikabarkan keluar dari orbit yang ditentukan.
Dilansir melalui Reuters, Selasa (1/9/2009), satelit yang diterbangkan dengan menggunakan roket Long March 3B ini gagal memasuki orbit. Hal ini dikarenakan roket tersebut ditengarai mengalami kegagalan pembakaran di tahap ketiga.
Hal ini langsung diklarifikasi oleh pihak pembuat satelit, Thales Alenia Space yang berkantor di Prancis. Menurut pihak TAS, satelit tersebut memang mengalami kegagalan memasuki orbit. Namun saat ini mereka telah berhasil menangkap sinyal Palapa D dan para ahli TAS sedang menginvestigasi penyebab kegagalan.
Satelit Palapa D memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan PALAPA-C2, yaitu 40 transponder yang terdiri dari 24 standar C-band, 11 extended C-Band serta 5 Ku-band, dengan jangkauan mencakup Indonesia, negara-negara ASEAN, Asia Pasifik, Timur Tengah dan Australia. Saat diluncurkan satelit PALAPA-D memiliki berat 4100 kg dan tenaga payload sebesar 6 kW.
Seperti halnya Satelit PALAPA-C2, Satelit PALAPA-D juga akan dimanfaatkan Indosat sebagai backbone untuk mendukung layanan Indosat lainnya seperti seluler, telepon tetap dan data tetap. (srn)