JAKARTA - Cisco menunjuk Sanjay Rohatgi sebagai Managing Director untuk Cisco Indonesia. Di posisinya yang baru ini, Sanjay bertugas untuk mengelola semua operasional bisnis Cisco di Indonesia, dan bertanggung jawab langsung ke Christian Hentschel, Managing Director untuk Emerging Countries di Asia,. Di bawah kepempimpinan Sanjay, Cisco akan lebih fokus kepada Internet Protocal-based Next Generation Networks (IP-NGN), kolaborasi, virtualisasi, dan teknologi ramah lingkungan, di mana teknologi-teknologi ini akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Cisco juga akan fokus ke sektor pendidikan dan juga Smart+Connected Communities, yaitu area yang sedang berkembang di mana teknologi jaringan IP digunakan sebagai platform dalam pembangunan gedung, dan bahkan kota, untuk menciptakan lingkungan lebih cerdas yang dapat meningkatkan kualitas hidup penduduk dan mengurangi biaya dengan pengaturan energi yang lebih efisien.
Sebelum menjabat sebagai Managing Director, Sanjay telah memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri ICT di wilayah Asia Pasifik. Sanjay telah bersama dengan Cisco selama hampir lima tahun di industri telekomunikasi. Di posisinya Sanjay telah membantu memperkuat reputasi Cisco sebagai partner terpercaya bagi beberapa perusahaan telekomunikasi di Asia, untuk tumbuh dan berkembang pesat...Dengan kemampuannnya, Sanjay adalah pemikir strategis dengan fokus yang kuat pada eksekusi.
"Sanjay akan membawa banyak pengalaman dan pengetahuan industri kepada tim Indonesia, sekaligus relasinya yang baik dengan pelanggan. Telekomunikasi akan menjadi area pertumbuhan yang penting bagi Indonesia selama beberapa tahun ke depan sebagaimana perusahaan di industri telekomunikasi ini akan berperan membangun infrastruktur yang diperlukan bagi Indonesia untuk bersaing di kancah perekenomian global," kata Hentschel.
Meningkatkan infrastruktur internet dan broadband di Indonesia merupakan hal yang yang penting bagi masa depan Indonesia, sebagaimana lalu lintas IP terus tumbuh seiring dengan cara-cara baru dalam penggunaannya, termasuk untuk media interaktif, dan lonjakan konten video dari dan antar berbagai perangkat. Ini merupakan salah satu temuan dari laporan Cisco Visual Networking Index (VNI) terakhir yang memperkirakan bahwa lalu lintas IP global akan melonjak hingga lima kali lipat pada tahun 2013. Pada tahun 2013, jumlah lalu lintas IP global per tahun diperkirakan akan mencapai dua per tiga zettabyte (atau 667 exabyte). Satu zettabyte sama dengan satu triliun gigabyte.
"Indonesia merupakan negara dengan potensi perkembangan dan pertumbuhan yang besar, dan Cisco percaya kami dapat memberikan kontribusi atas perkembangan dan pertumbuhan ini. Infrastrktur ICT merupakan salah satu kunci perkembangan dan pertumbuhan di Indonesia, terlebih lagi dengan beberapa proyek berkaitan yang sedang berjalan," ujar Sanjay.
Sebelum bergabung dengan Cisco, Sanjay pernah bekerja di beberapa perusahaan seperti Nortel, Telsra, dan BT. Sanjay memegang gelar MBA dari Macquarie Graduate School of Management, Sydney Australia, dan gelar Master untuk Opto-Electronics dari Strathclyde University di Inggris. Dia juga memegang gelar first class honours Bachelor of Engineering untuk Eletronics & Telecommunications dari India. (srn)