NEW YORK - Pekan ini diperkirakan ponsel Motorola yang berbasis Android bakal segera meluncur di Amerika Serikat. Mampukah Android menjadi tumpuan baru Motorola dari keterpurukan?
Selama beberapa tahun terakhir Motorola telah kehilangan market share. Platform besutan Google itu pun diharapkan mampu mendongkrak mereka dalam mengembalikan pelanggan mereka yang hilang.
Kendati demikian, pengamat gagdet menyangsikan Android mampu mengangkat Motorola dari dasar jurang kegagalan. Pasalnya, Motorola perlu sentuhan baru dalam mengemas ponsel Android, agar laku di pasaran.
"Akan sangat mengecewakan jika peranti genggam Android Motorola tidak cukup berbeda. Sebab, ponsel berbasis banyak yang menggunakan sistem operasi ini," jelas analis Macquarie Research Phil Cusick, seperti yang dilansir Reuters, Senin (7/9/2009).
Sebetulnya langkah awal sudah mereka lakukan beberapa pekan ini. Sebab sekarang Motorola sudah masuk ke peringkat keempat dalam penjualan ponsel dunia, melonjak 11 persen pada awal pekan ini. Para pemegang saham pun sangat senang dengan hal tersebut, dan berharap logo sayap kelelawar terkenal lagi.
Sebelumnya, Co-Chief Executive Motorola Sanjay Jha mengungkapkan rencananya untuk membuat ponsel Android pada bulan Oktober. Dia mengatakan ponsel baru akan diintegrasikan dengan jaringan sosial online populer, walaupun rivalnya seperti Apple, Palm, HTC, dan RIM sudah memilikinya terlebih dahulu.
Kabarnya, nama Blur dipilih untuk menjadi salah satu dari nama ponsel Android yang bisa dilempar pada musim panas mendatang.
"Ini akan sangat penting bagi masa depan perusahaan. Jika ponsel ini gagal, maka perlu cara lain untuk kembali membenahi Motorola," tandas pengamat dari Current Avi Greengart. (tyo)