JAKARTA - Dua operator Indonesia yang sahamnya juga dimiliki Malaysia, Excelcomindo Pratama (XL) dan Natrindo Telepon Seluler (Axis), ternyata ngebet untuk mendapatkan lisensi sambungan langsung internasional (SLI).
Hal itu diungkapkan Sekjen Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar, usai acara public expo Depkominfo di gedung Depkominfo, Jakarta, Selasa (8/9/2009) malam.
"Kami telah menerima permohonan tertulis dari kedua operator ini untuk mendapatkan SLI dan akan mempelajarinya segera," ujar Basuki Yusuf Iskandar.
Namun, pemerintah belum juga menetapkan jadwal untuk mengevaluasi permohonan lisensi untuk sambungan internasional dengan teknologi clear channel tersebut. Basuki menilai peluang kedua operator ini untuk mendapatkan lisensi SLI masih cukup terbuka.
"Asalkan keduanya bisa membangun, paling minim seperti yang kami wajibkan kepada Bakrie Telecom," tandas Basuki.
Btel merupakan pemenang lisensi SLI dalam tender yang digelar pemerintah dua tahun lalu berdasarkan Keputusan Menkominfo No. 415/2007. Kehadiran Btel sebagai pemain baru SLI sekaligus mengakhiri duopoli SLI yang selama ini dikuasai Telkom dan Indosat.
SLI memang cukup menjanjikan pada 2009 ini. Potensi pasar dari jasa SLI diperkirakan berkisar Rp 3 triliun. Uang sebanyak itu akan berasal dari jumlah panggilan yang mencapai tiga miliar menit per tahun. Komposisi panggilan sendiri 70 persen ke luar negeri (outgoing) dan 30 persen panggilan dari luar negeri (incoming). (srn)