SURABAYA - Penjualan Personal Computer (PC) dan laptop selama Ramadan sampai menjelang Lebaran ternyata menurun. Menurut pengusaha, salah satu penyebabnya adalah pola konsumsi masyarakat yang saat ini lebih banyak mengalihkan pada kebutuhan pokok untuk keperluan Lebaran seperti pakaian, makanan-minuman, perabotan, perhiasan dan sebagainya.
"Sejak awal puasa hingga kini penurunan penjualan komputer di Jatim menurun baik PC maupun laptop. Penjualan PC turun antara 5-20 persen dan laptop turun antara 10-15 persen," ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Komputer Indonesia (Apkomindo) Jatim Chandra Prayogo Jum'at (18/9/2009).
Namun menurutnya, penurunan tingkat penjualan ini tidak terlalu berpengaruh terhadap vendor komputer berskala besar. "Penurunan penjualan PC sangat signifikan karena sebelumnya penjualannya sudah seret," katanya.
Chandra enggan menyebutkan vendor dan merek mana saja yang penjualannya turun. Menurutnya, pihaknya akan berupaya menaikkan tingkat penjualan melalui pameran.
"Untuk meningkatkan penjualan komputer di Jatim, kami akan mengadakan pameran produk komputer pada awal November mendatang," tambah dia.
Secara terpisah, Territory Development Manager Hewlett Packard/HP East Java & East Indonesia Elisabeth Pujianti mengakui jika penjualan komputernya menurun sampai 10 persen selama Ramadan sampai menjelang lebaran.
"Untuk laptop produk HP di Jatim, penjualannya rata-rata 15.000 unit per bulan," tutur Elisabeth.
Dia menambahkan pada pekan kedua Ramadan, penjualannya sempat naik. Bahkan mampu bersaing dengan vendor leader, Acer, terutama untuk penjualan di Jatim. Menurutnya, meski selama Ramadan terjadi penurunan, penjualan secara keseluruhan dalam tahun ini sampai bulan September meningkat disbanding tahun lalu.
"Pertumbuhan tahun ini 100% dibandingkan tahun lalu. Untuk itu, kami yakin bisa menjadi market leader pada akhir tahun ini," tandasnya.
Sementara itu, PR Specialist Acer Indonesia Astrid Warsito mengatakan jika penjualan produk Acer secara nasional selama Ramdan sampai menjelang lebaaran tetap stabil.
"Karena itu kami optimistis penjualan produk kami tetap nomor satu di Indonesia. Bahkan, kami tidak takut bersaing dengan vendor lain. Apalagi, produk kami tetap diminati mayoritas pasar Indonesia," kata Astrid.
(tyo)