OLPC mendukung negara-negara terbelakang termasuk Rwanda menjadi lebih maju (Foto: Telegraph)
LONDON - Program One Laptop per Child (OLPC) atau satu laptop untuk setiap siswa di Rwanda dirasa telah turut bersumbangsih membuat penduduknya melek teknologi dan menjadi faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi negeri itu.
Perkembangan ekonomi yang sangat menggembiarakan membuat Rwanda saat ini menjadi negara di Benua Afrika dengan populasi pemakai OLPC terbesar. Sekira 120.000 unit perangkat XO dibeli untuk melengkapi kegiatan belajar mengajar para siswa di negara tersebut.
Telegraph, Kamis (1/10/2009) melansir, kini generasi muda Rwanda tak lagi terbelakang. Banyak di atnara muda-mudinya didapati tengah asyik mempelajari XO ketika berada di sudut-sudut taman kota atau kafe di ibu kota Kigali.
Tak hanya di perkotaan, modernisasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi pun terlihat merata hingga ke daerah pinggiran, di mana kemiskinan masih sering terjadi.
OLPC sejatinya merupakan organisasi nirlaba yang berkedudukan di Cambridge, Massachusetts, yang bertujuan mengajarkan keahlian komputer dan meningkatkan taraf hidup secara bersamaan.
"OLPC adalah sebuah program yang mendukung kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik dengan fasilitas laptop sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka," kata Vice President OLPC David Cavallo.
Itu sebabnya OLPC membidik sasarannya pada negara-negara terbelakang dan memfasilitasi sekolah-sekolah di kepulauan dengan perangkat laptop. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kontrol dan situasi saat kegiatan belajar mengajar.
Setiap komputer ini dijalankan dengan sistem operasi open source dan di dalamnya terdapat pula peranti lunak untuk permainan, puzzle, musik, multimedia, kamus, dan ensiklopedia. (rah)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com