NEW YORK - Spam masih belum bisa teratasi sepenuhnya hingga sekarang, bahkan lalu lintas email didominasi oleh spam. Maka tak mengherankan, Symantec melaporkan spam telah menguasai 86 persen pesan elektronik.
Menurut laporan yang dikeluarkan perusahaan keamanan dan antivirus tersebut, peningkatan spam ini karena para spammers telah mengeksplorasi lebih dalam periode liburan yang sebentar lagi akan dimulai. Untuk awalannya, mereka membidik para pengguna dunia maya dengan pancingan peristiwa Halloween dan tawaran menarik menjelang Natal.
Tidak hanya itu saja, acara kebudayaan seperti festival Diwali di India dan Perayaan Kue Bulan di China yang akan dirayakan di Oktober ini juga menjadi tema phising. Seperti biasa, menurut Syamantec, spammer masih menggunakan email dengan subjek 'Delivery Status Notification (Failure)', 'Return mail' dan 'Undelivered Mail Returned to Sender' untuk memancing korbannya.
Laporan Symantec, yang dikutip melalui PC World, Senin (12/10/2009), serangan phishing sempat turun lima persen di akhir bulan lalu dan phising dengan menggunakan bahasa Inggris berada di posisi 33 persen.
"Spam dengan disisipkan malware, masih menjadi ancaman serius bagi pengguna email bisinis," kata pengamat dari Symantec Amanda Grady.
"Spam melalui tema tradisional seperti viagara atau obat kuat masih digunakan spammers, namun sifatnya sudah tidak terlalu banyak," tambahnya. (srn)