JAKARTA - Sudah sering diberitakan kalau situs sosial di internet seperti instant messaging ataupun Facebook menjadi ujung pangkal rusaknya sebuah hubungan, karena banyak kasus perselingkuhan yang terbongkar melalui situs pertemenan itu.
Seperti yang dialami Bunga (bukan nama sebenarnya) yang harus mengubur impiannya sebagai sepasang pengantin yang duduk berdua di atas pelaminan yang megah. Rencana Bunga terpaksa kandas, karena sang calon suami telah melakukan sesuatu yang menurutnya sangat tak pantas dia lakukan, yaitu melakukan cybersex.
"Harusnya kita akan melangsungkan lamaran pada Sabtu 25 Oktober 2009 mendatang. Tapi terpaksa dibatalkan karena keluarga tidak setuju. Dia (pacar Bunga) ketahuan melakukan cybersex," jelas Bunga kepada okezone, melalui sambungan telepon, Senin (19/10/2009).
Bunga mengisahkan, awalnya dia mengetahui aksi cybersex tersebut ketika iseng ingin membuka akun Facebook yang kini telah menjadi mantan kekasihnya tersebut. Pada mulanya dia tidak menaruh curiga terhadap aktivitas Facebook yang dilakukan lelaki yang telah menjalin hubungan dengan dirinya selama beberapa bulan terakhir. Sampai akhirnya, dia menemukan sesuatu yang memalukan pada hasil percakapan online antara si lelaki dengan mantan pacarnya.
"Dalam rekaman yang aku baca, pacarku dengan mantannya begitu vulgar membahas masalah seks, sesuatu yang seharusnya tidak pantas dia lakukan. Dengan gamblangnya dia menceritakan secara detail, seolah-olah sedang melakukan hubungan badan, meski hanya lewat percakapan messenger," tukasnya.
Kendati 'hubungan intim' yang terjadi hanya melalui dunia maya, Bunga tetap tidak bisa menerima apa yang telah dilakukan oleh lelaki yang sebenarnya masih dia cintai itu. Cybersex menurut Bunga, sama dengan melakukan hubungan intim secara fisik. Hal itu, dianggap Bunga, telah masuk dalam kategori pengkhianatan. Tidak hanya mengkhianati dirinya, tapi juga keluarga besarnya.
"Hasil chatting itu aku print, lalu aku serahkan pada orangtuaku. Mereka marah besar dan langsung membatalkan acara lamaran yang sedianya akan digelar beberapa hari lagi," aku wanita yang bekerja di salah satu radio di Surabaya itu.
"Hatiku sudah tertutup untuknya. Melakukan cybersex sama saja dengan perbuatan zina bagiku, itu dosa besar," tandasnya.
Kini, Bunga tetap melanjutkan pekerjaannya secara normal meski hatinya hancur dan malu karena undangan pernikahan telah tersebar ke beberapa orang terdekat.
(tyo)