JAKARTA - Indosat Mega Media (IM2) menyatakan komitmennya untuk mendukung penerapan open source di Indonesia. Bahkan di lingkungan IM2 pun dikabarkan telah menggunakan OS berbasis open source.
"Saat ini, sekira 50 persen dari total jumlah server perusahaan telah menggunakan open source. Dukungan IM2 terhadap open source juga diwujudkan dengan partisipasi IM2 di acara Global Conference on Open Source (GCOS), pertemuan tingkat dunia mengenai open source yang berlangsung di Shangri-La Hotel," ujar Direktur Utama IM2 Indar Atmanto, Senin (26/10/2009).
Di ajang GCOS, IM2 menyediakan akses internet gratis menggunakan teknologi WiFi berkecepatan 2 Mbps. IM2 juga menyediakan internet café dimana pengunjung dapat terhubung melalui internet menggunakan 5 (lima) notebook yang disediakan dengan sistem operasi open source seperti Linux, Ubuntu, Firefox dan lainnya. Akses internet gratis ini juga dapat dinikmati semua pengunjung hotel. Cukup menyalakan fitur WiFi pada notebook, pengunjung pun siap untuk berselancar internet.
Aplikasi maupun Operating System berbasis open source sudah lama diimplementasikan di IM2. Bahkan sejak awal pendirian perusahaan di tahun 2000. Saat ini sejumlah aplikasi penting IM2 baik internal maupun eksternal berbasis open source seperti Top Up System, Payment Gateway, Portal Kongkoow, i-Pay, Corporate Email, Web Server, dan lainnya.
"Pilihan terhadap open source tidak hanya pada masalah biaya yang lebih hemat namun juga pada pilihan support yang lebih luas dalam bentuk konsultasi maupun advise dari pihak ketiga. Bahkan portal Kongkoow dan i-Pay kami sudah 100 persen open source," jelas Head of IT Operation IM2 Syaiful Anwar
Ke depannya IM2 akan terus menggalakkan pemakaian open source seiring dengan semakin banyaknya pilihan opsi dan alternative aplikasi maupun operating system berbasis open source. (srn)