PASAR e-reader (alat pembaca buku digital) menjadi semakin ramai. Jaringan toko buku terbesar di Amerika Serikat Barnes & Noble Inc berupaya menantang Amazon. com dan Sony Corp dengan merilis e-reader bernama Nook.
Dibandingkan Kindle dari Amazon dan Reader dari Sony, Nook adalah sebuah e-reader unik. Sebab, Nook memiliki dua buah layar. Sebuah layar besar hitam-putih pada Nook berfungsi untuk membaca buku digital. Sedangkan satu lagi layar lebih kecil, yang berwarna, berfungsi untuk menjelahi internet.
Seperti Kindle, Nook dilengkapi konektivitas internet seluler. Karena itu, pengguna Nook bisa langsung men-download buku digital dari internet, tanpa harus lebih dulu menghubungkan e-reader ke komputer. Sedangkan bagi para pengguna Reader, pengguna harus mencari akses Wi-Fi untuk mengakses internet. Barnes & Noble berencana mulai memasarkan Nook mulai November 2009 dengan harga USD259 per unit.
Artinya, harga Nook akan sama dengan Kindle versi paling murah. Untuk meningkatkan daya saing Nook, Barnes & Noble pun mempersiapkan sebuah paket promosi khusus. Yaitu, para pengguna Nook akan diperbolehkan meminjamkan buku digital di dalam Nook ke para pengguna gadget lain untuk dibaca selama 14 hari. Nook sendiri diperkirakan mampu menampung hingga 1.500 buku digital, atau hingga 17.500 buku digital apabila ditambahkan kartu memori.
Dalam industri, produsen pertama yang merilis e-reader adalah Sony. Yakni dengan peluncuran Reader generasi pertama pada September 2006. Hingga saat ini, Sony telah merilis enam model Reader. Namun begitu, Sony telah menghentikan produksi sejumlah model Reader dan menggantinya dengan versi baru.
Sementara itu, Amazon mulai terjun ke industri tersebut pada November 2007. Hingga saat ini, Amazon telah merilis tiga jenis Kindle. Yakni Original Kindle, Kindle 2, dan Kindle DX. Kindle generasi terbaru memiliki dimensi lebih tipis, kapasitas memori lebih besar, dan lebih hemat energi. Di antara para produsen e-reader, Amazon dikenal sebagai produsen yang paling agresif.
Baru-baru ini, Amazon merilis sebuah aplikasi yang memungkinkan komputer menampilkan buku digital yang tersimpan dalam Kindle. Target dari strategi ini adalah meningkatkan penjualan Kindle dan buku- buku digital Amazon. Demi tujuan itu pula, belum lama ini Amazon merilis Kindle versi internasional. Artinya, kini Kindle tidak hanya tersedia dan digunakan di Amerika Serikat, tetapi juga di 100 negara yang lain.
"Kami merilis Kindle versi internasional karena kami punya jutaan pelanggan di seluruh dunia yang membaca buku-buku berbahasa Inggris," ujar Founder & Chief Executive Officer Amazon.com Inc Jeff Bezos. Para penerbit buku mitra Amazon menyambut gembira peluncuran Kindle versi internasional karena Kindle memang berpotensi besar mendongkrak penjualan buku-buku para penerbit tersebut.
Tidak terkecuali penerbit buku berbahasa Inggris terbesar di dunia Penguin Group. "Penjualan buku digital di AS meningkat pesat berkat Kindle. Dengan kehadiran Kindle versi internasional, pertumbuhan eksplosif itu diharapkan terjadi pula di negara-negara yang lain," papar Chief Executive Officer Penguin Group John Makinson. Namun begitu, para produsen incumbent seperti Sony dan Amazon, dan bulan depan ditambah, Barnes & Noble, akan menghadapi persaingan yang lebih sengit lagi.
Sebab, sejumlah perusahaan lain saat ini dikabarkan sedang bersiap merilis e-reader. Mereka antara lain iRex Technologies, ASUSTeK Computer Inc, dan bahkan Apple Inc. Di antara para produsen itu, penantang yang paling berbahaya tentu Apple. Sebab Apple dikenal sangat cerdik dalam mengemas teknologi tinggi dalam sajian yang menarik.
Contohnya iPhone. E-reader produksi Apple itu konon memiliki bentuk mirip Tablet PC, yang dilengkapi layar sentuh full-color, serta berbagai macam konektivitas internet. Bahkan, e-reader Apple itu dikabarkan pula akan didukung layanan toko online iTunes Store, untuk memperkaya kontennya. (srn)