NEWDELHI - Dianggap mengancam keamanan negara, India menghentikan layanan telekomunikasi seluler prabayar di wilayah Jammu dan Kashmir mulai Desember mendatang.
Departemen Telekomunikasi India segera mengesahkan proposal penghentian layanan itu, dan mengimplementasikannya. Demikian dilansir Cellular-news, Senin (2/11/2009).
Langkah tersebut diambil, setelah pemerintah melihat lemahnya verifikasi data atas pengguna kartu SIM prabayar. Dalam beberapa kasus sering ditemui seorang pengguna menggunakan satu atau lebih provider. Akibatnya, layanan itu sering digunakan oleh teroris untuk melakukan aksinya.
Pemerintah India memperketat kebijakan di wilayah Kashmir mengingat daerah tersebut merupakan daerah rawan konflik. Bahkan India melarang operator telekomunikasi untuk memberikan layanan jaringannya di wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada januari 2009, Departemen Telekomunikasi India juga pernah menyerukan kepada seluruh operator jaringan telekomunikasi untuk memutus semua kartu yang tak terdaftar dan telepon yang tidak memiliki nomor IMEI. Sekira 25 juta telepon nomor seluler terkena kebijakkan itu. Ponsel yang tak memiliki nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) dan kartu-kartu telepon yang tidak didaftarkan pada pemerintah akan langsung 'dimatikan' dan tak dapat digunakan.
Kebijakan menonaktifkan ponsel itu diduga disebabkan peristiwa tragedi Mumbai beberapa waktu lalu. Banyak kalangan menilai peristiwa berdarah itu, disebabkan lemahnya pengawasan terhadap penggunaan telepon seluler di India. (ugo)