NAIROBI - Setelah gerakan garis keras Al Shabaab menduduki wilayah selatan Somalia, warga Kismayu mulai mendapatkan aturan yang cukup ketat, termasuk tidak boleh memperdengarkan nada dering musik.
"Al Shabaab memberikan aturan agar rington yang ada dalam ponsel kami hanya bertema islam. Kami hanya boleh memiliki rington berupa hadist atau ayat Quran di ponsel," ujar Sacdiyo Sheeq seperti dikutip melalui Reuters, Rabu (4/11/2009).
Warga Kismayu itu mengaku sangat menyukai lagu-lagu India. Bahkan ponselnya dipenuhi dengan musik dan video bernuansa Bolywood. Setelah peraturan itu diberlakukan, kesenangannya itu kini telah menjadi sebuah kenangan.
Al Shabaab merupakan gerakan Islam garis keras yang dianggap Amerika sebagai salah satu kelompok Al Qaeda yang berkembang di Afrika. Di bawah pengawasn PBB mereka ingin menegakkan hukum Islam di wilayah kekuasaan mereka.
Selain melarang musik, Al Shabaab juga tidak memperbolehkan masyarakat menonton video, apalagi video yang menampilkan gadis-gadis seksi. Bahkan gerakan Islam itu juga melarang warga untuk berdansa dan berpesta, meski mengadakan pesta pernikahan sekalipun.
"Kami tidak akan menolerir apapun yang dapat merusak ahlak warga kami. Kami juga tidak memperbolehkan hal apapun yang melanggar hukum agama, khususnya musik dan video-video porno," ujar Hassan Yakub, juru bicara Al Shabaab. (srn)