JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) telah menyatakan kesiapannya untuk meluncurkan dua satelit pada 2011 mendatang.
Dua satelit yang diluncurkan itu adalah Satelit LAPAN-A2 dan ORARI. Lapan menyebut kedua satelit itu dengan nama Twinsat atau satelit kembar.
Sebelumnya, pada 2007 Lapan telah berhasil membuat satelit Tubsat yang hingga saat ini masih beroperasi dengan baik. Tubsat yang merupakan satelit mikro pertama milik Lapan tercatat telah banyak memberikan data berupa video pengamatan dari berbagai wilayah di Indonesia maupun dari luar negeri.
Namun, Thubsat hanya bisa melewati wilayah Indonesia sebanyak empat kali dalam 24 jam karena berada pada orbit polar. Artinya Thubsat berputar dari kutub ke kutub.
Oleh karena itu, agar bisa mengamati wilayah Indonesia lebih luas lagi, maka Lapan pun meluncurkan satelit kembar. Berbeda dengan Thubsat, Satelit LAPAN-A2 dan ORARI akan ditempatkan pada orbit equatorial.
"Satelit kembar mengitari orbit equatorial, fokus mengamati wilayah Indonesia. Dengan berputar pada orbit equatorial, pengamatan wilayah Indonesia dapat dilakukan dengan lebih sering karena satelit akan melewati wilayah Indonesia hingga 14 kali sehari," kata Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun ketika ditemui Okezone di kantornya, Senin (9/11/2009).
Adi menyebutkan dua satelit ini memiliki fungsi yang saling melengkapi. Satelit LAPAN-A2 mempunyai berfungsi melakukan pengamatan permukaan bumi, sedangkan satelit ORARI mempunyai misi bantuan komunikasi saat bencana dan penginderaan jauh.
Satelit kembar mulai digarap pada 2007 dan siap diluncurkan di India pada Tahun 2011, bekerjasama dengan lembaga antariksa India, ISRO (Indian Space Research Organization). Sama seperti peluncuran Thubsat, Lapan membonceng roket PSLV milik India.
"Kita masih harus membonceng atau istilahnya piggybacking menggunakan roket India. Pasalnya, roket kita baru rampung 2014 dan belum bisa dipakai untuk meluncurkan satelit. Kebetulan India melakukan peluncuran satelit Astrosat miliknya pada 2011, maka Lapan kemudian membonceng roket PSLV untuk meluncurkan kedua satelit itu," kata Adi.
Adi juga menyebutkan kalau roket PSLV memiliki trayek yang persis melewati wilayah Indonesia karena mengelilingi equator pada 6 derajat inklinasi. Dengan demikian, dua satelit Lapan yang masing-masing memiliki bobot 70 kg itu bisa berputar secara equatorial di wilayah khatulistiwa. (rah)