Getting Time...

PT KAI: eTicketing Bantu Pengelola KRL

Rachmatunnisa - Okezone
Jum'at, 13 November 2009 11:43 wib
detail berita
(Foto: Ist)

JAKARTA - Pemberlakuan sistem tiket elektronik atau eTicketing bagi para pengguna KRL (kereta rel listrik), mendapatkan tanggapan beragam dari para konsumen. Sebagian komunitas pengguna KRL ada pula yang menolak penggunaan sistem tersebut dengan alasan, pengelola KRL disarankan lebih memprioritaskan hal lain terkait pelayanan KRL.

Menurut mereka, ada banyak hal yang selayaknya didahulukan untuk ditangani seperti masalah daya tampung, pemeliharaan KRL, pembenahan stasiun, keterlambatan jadwal, dan lain sebagainya.

Menanggapi hal ini, Coorporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek Makmur Syaheran membantah bahwa pihaknya hanya mementingkan penerapan sistem eTicketing. Menurutnya, pemberlakukan e-Ticketing nantinya justru akan sangat membantu pengelola KRL dalam menangani perbaikan sarana dan prasarana KRL, serta meningkatkan pelayanan kepada para penggunanya.

"Sarana dan prasarana KRL sangat penting bagi kami dan juga pengguna KRL. Yang menjadi sarananya adalah KRL, sementara prasarana adalah hal-hal lain yang mendukung seperti stasiun, rel kereta, dan lain-lain. Perbaikan sarana tanpa dibarengi prasarana tidak akan menghasilkan sebuah layanan yang baik," kata Makmur saat dihubungi okezone, Jumat (13/11/2009).

"Sistem eTicketing kami maksudkan untuk mendisiplinkan para pengguna KRL. Dengan sistem seperti ini, hanya yang membayar tiket yang bisa naik kereta," tambahnya.

Makmur menyebutkan hingga saat ini masih banyak penumpang KRL yang tidak disiplin. Tercatat ada sekira 20 persen penumpang yang tidak membeli tiket. Hal ini menjadi penghambat pengelola KRL dalam memperbaiki sarana dan prasarana. Pasalnya, pendapatan dari penjualan tiket seharusnya diinvestasikan guna pemeliharaan sarana dan prasarana KRL.

"Keluhan pengguna KRL mengenai daya tampung KRL yang tidak memadai, pemeliharaan KRL, sterilisasi stasiun dan lain sebagainya tengah coba kami benahi, salah satunya melalui rencana penerapan sistem eTicketing ini," kata Makmur.

Diakui pengelola KRL, proyek ini molor hingga 2010. Hal tersebut mengakibatkan peralatan eTicketing yang telah dipasang di stasiun se-Jabodetabek sejak 2008 'mengganggur', bahkan menjadi penghalang penumpang untuk keluar stasiun.

Makmur mengiyakan bahwa diperlukan sosialisasi yang cukup lama untuk mengenalkan sistem ini pada masyarakat pengguna KRL. Selain itu, Makmur pun mengimbau agar sarana dan prasarana KRL didukung oleh kedisplinan para penggunanya. Dengan demikian, proyek ini nantinya tidak mubazir dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. (rah)

  • Ady » 0 Tanggapan
    Mohon diperbaiki system jadwal pemberangkatan jgn sering terlambat...dalam bulan ini ( November ) Sering sekali terlambat apalagi Pas jam Pulang kerja ...Thanks
    Beri Tanggapan Laporkan
  • widiantokn » 0 Tanggapan
    Hmm, kebayang juga d, nantinya isi dompet tu kya gimana. Ada KTP, SIM A, SIM C, ATM, Credit Card, Kartu Mahasiswa, dan nantinya ditambah kartu e-ticketing ini. Wew, koq rasanya ga efisien ya? Kenapa ga digabung aja c smuanya? Rasanya kapasitas smart-card udh lebih dari cukup buat nampung semua data-data di atas...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sisi » 0 Tanggapan
    lebih baik perbaikin yg di dalam aja deh....contohnya kereta EXPRESS harga tiket 9.000, tetap aja byk yg bayar 3.000 sama pemeriksa karcis!!!!!!!!! jadi biar mo bilang PJKA merugi melulu, lah yg buat rugi orang dalam juga koq, masa naik kereta EXPRESS 9.000 cuma bayar 3.000 apa semua aja ya bayar karcis di dalam kereta seharga 3.000...!!!!!! coba donk di benahi yg ini dulu pak, terutama kereta jam 17.10 Atas perhatiannya, terima kasih
    Beri Tanggapan Laporkan

Beri komentar