JAKARTA - Proyek Palapa Ring akan menjadi acuan pilot project negara lain, khususnya negara-negara di kawasan Asia Pasific.
Menurut kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S Dewa Broto, hal itu terungkap dalam pertemuan 29 menteri teknologi informasi dan telekomunikasi se-Asia Pasifik di Nusa Dua, Bali.
Dalam pertemuan tersebut juga disepakati beberapa hal pokok yang dianggap krusial dalam pengembangan ekonomi broadband, yaitu, perluasan konektivitas broadband, penyediaan layanan telematika yang aman dan memperhatikan kesinambungan lingkungan. Para menteri juga sepakat untuk memfasilitasi layanan konvergensi yang efektif, memberi dukungan terhadap pengembangan konten dan aplikasi, serta pembangunan kapasitas sumber daya manusia di industri telematika.
Kesepakatan yang terangkum dalam deklarasi bersama Bali Statement di ajang Asia-Pacific Telecommunity (APT) 2009 itu, lanjut Gatot akan mendorong pembentukan kerjasama regulatory, investasi, dan kompetisi dalam penyediaan layanan broadband.
"Kami akan meninjau kembali kebijakan yang tidak pro kompetisi dan pro investasi," ujar Gatot S Dewa Broto dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, Indonesia, dalam hal pengembangan konektivitas broadband berencana fokus terhadap Palapa Ring dan meningkatkan proyek universal service obligation (USO) menjadi broadband service obligation (BSO).
Dana USO nanti akan dikembangkan untuk memperluas penggunaan broadband. Proyek USO nanti bukan hanya teleponi dasar atau Desa Berdering melainkan Desa Pintar yang menawarkan akses data internet dengan teknologi broadband di kecamatan.
"Karena tingkat kesulitannya sangat tinggi Palapa Ring akan jadi acuan pilot project bagi negara lain," lanjut Gatot.
Palapa Ring merupakan mega proyek yang akan menyediakan tulang punggung serat optik internasional yang terdiri dari tujuh cincin melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten di KTI. Namun proyek tersebut menjadi terlunta-lunta.
Sejumlah menteri yang hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya, Menteri Komunikasi China, Qinjian Lou, Menteri Komunikasi Bhutan, Lyonpo N Rai, Menteri Komunikasi Jepang, Terasaki Akira, dan Sekretaris Jenderal ITU, Hamadoun I Toure, serta Sekretaris Jenderal APT, Yamada Toshiyuki. (ugo)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com