NEW DELHI - Kebijakan pemerintah India untuk menghentikan layanan telekomunikasi seluler prabayar menuai protes dari masyarakat yang berada di wilayah Jammu dan Kashmir. Sejumlah masyarakat di kedua wilayah tersebut mengaku kecewa dan kesal dengan langkah yang diambil oleh pemerintah.
Keinginan pemerintah India tersebut semakin mendekati keyakinan setelah menteri dalam negeri India menyatakan kepastian rencana tersebut.
"Kami telah melakukan upaya untuk menjamin keamanan di negeri ini termasuk dengan mendesak sejumlah penyedia layanan komunikasi untuk menghentikan layanan prabayar," kata Menteri Dalam Negeri India P Chidambaram seperti dilansir SMH, Sabtu (14/11/2009).
Wilayah Kashmir merupakan wilayah perbatasan yang paling sensitif karena selalu diperebutkan India dan Pakistan. India menuding wilayah tersebut merupakan tempat para pemberontak yang ingin yang ingin memisahkan diri dengan India. Setidaknya sejak tahun 1989 lebih dari 68 ribu orang meninggal akibat pertempuran antara India dengan pemberontak.
India pertama kali memblokir layanan telekomunikas internasional di wilayah Kashmir setelah terjadi pertempuran antara India dengan pemberontak yang didukung Pakistan.
Awal November ini, Departemen Telekomunikasi India menyatakan akan segera mengesahkan proposal penghentian layanan prabayar itu.
Pemerintah India melihat lemahnya verifikasi data atas pengguna kartu SIM prabayar. Dalam beberapa kasus sering ditemui seorang pengguna menggunakan satu atau lebih provider. Akibatnya, layanan itu sering digunakan oleh teroris untuk melakukan aksinya. (ugo)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com