(Foto: Ist)
LONDON - Satu dari lima anak berusia 10 dan 11 tahun menyebutkan bahwa mereka menjadi korban cyberbullying melalui internet.
Berdasarkan hasil forum jajak pendapat yang diadakan Anti-Bullying Alliance (ABA), lebih dari 22 persen anak-anak korban cyberbullying tidak tahu bagaimana melindungi diri mereka di internet. Sebanyak 61 persen menyebutkan bahwa cara yang baik untuk menghentikan cyberbullying adalah bertanya pada orangtua mereka bagaimana cara mengatasinya.
Cyberbullying kini mengintai anak-anak seiring dengan meningkatnya penggunaan internet untuk anak usia sekolah. Para paedofil kerap memanfaatkan internet untuk mencari mangsa. Di Inggris, contoh paling tragis adalah kematian gadis cilik bernama Sarah yang dibunuh seorang paedofil pada 2000 silam.
Sejak itu, pemerintah Inggris mewanti-wanti agar para orangtua mengawasi anak-anak mereka agar terhindar dari cyberbullying. Ibunda Sarah, Sara Payne, kini juga turut menyerukan pengawasan internet bagi anak-anak.
"Yang perlu Anda lakukan adalah memberitahu dan mengawasi mereka dalam berinternet. Orangtua harus memberikan pendidikan pada putra-putri mereka agar jangan mudah percaya dengan orang-orang yang tidak dikenal," kata Payne seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (17/11/2009).
Payne juga mengajak agar para orangtua menginstal peranti lunak monitoring pada komputer anak dan menemani mereka saat mengakses internet.
Survei ini juga menemukan sekira 40 persen anak-anak jarang mengakses situs jejaring sosial dan 19 persen mengaku sangat sering mengaksesnya. Berdasarkan survei lebih dari 200 anak-anak ini rata-rata berusia antara 10 dan 11 tahun. (rah)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com