CALIFORNIA - Tampaknya 1.500 karyawan yang diberhentikan pengembang game Electronics Art (EA) minggu lalu hampir tidak cukup untuk membuat perusahaan merasa aman tentang masa depan keuangan. Sebuah studio game Pandemic pun ditutup oleh perusahaan tersebut.
Desas-desus yang mulai merayap mengenai 'kematian' Pandemic ternyata berujung pada masalah uang. Akibatnya, game-game yang akan digarap seperti Destroy All Humans, Full Spectrum Warrior, Mercenaries, and Star Wars: Battlefront dipindahkan ke EA Montreal.
Konfirmasi datang dari sumber-sumber anonim di Pandemic mengumumkan bahwa pendiri Pandemi Josh Resnick, Andrew Goldman, dan Greg Borrud akan meninggalkan perusahaan dan pekerja Pandemi yang tidak mendapatkan tempat akan ditransfer ke EA LA.
"Ditutupnya studio Pandemic diharapkan untuk mempercepat transformasi ke kami langsung ke konsumen model digital, dan untuk mengatur struktur biaya kami yang membengkak," ujar juru bicara EA Pandemic memo, yang dikutip Softpedia, Kamis (19/11/2009).
Studio Pandemic termasuk dalam bagian EA untuk mengencangkan ikat pinggang akibat krisis yang dirasakan di perusahaanya. Padahal sebelumnya, EA telah melakukan PHK besar-besaran terhadap 1.500 karyawaannya. (tyo)