Justin Bieber (foto: Canadian Press)
NEW YORK - Temu penggemar penyanyi asal Kanada Justin Bieber terpaksa harus dihentikan oleh Polisi Long Island. Selain karena para penggemar yang tidak terkendali, sang pemimpin label rekaman pun ditangkap hanya karena tidak nge-tweet.
Sebanyak 3.000 gadis remaja berkumpul di depan mal Roosevelt Field, Garden City New York, Amerika. Gadis yang kebanyakan berusia 15 tahun ke atas ini rela berkemah di depan mal sejak malam hari hanya untuk bertemu penyanyi pujaan mereka, Justin Bieber.
Sayangnya, ribuan gadis remaja itu menjadi tidak terkendali, dua jam sebelum acara berlangsung. Lima orang gadis pun harus dibawa ke rumah sakit karena terluka akibat jatuh terdorong.
Karena aksi tersebut, polisi pun langsung bertindak. Mereka membubarkan ribuan kerumunan itu dan menutup mal yang akan dijadikan tempat acara. Tidak hanya itu, Polisi pun melarang Bieber untuk datang ke TKP dan mengancam akan menangkap Bieber jika penyanyi muda tersebut masih nekat datang.
Parahnya lagi, Polisi menangkap VP Island Def Jam Records, James Roppo, perusahaan rekaman tempat Bieber bernaung, karena dianggap tidak bisa berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam menenangkan peristiwa yang tidak diinginkan itu.
"Kami menangkap James Roppo, pejabat dari label, karena ia tidak menjalankan perintah kami untuk membubarkan kerumunan melalui kiriman pesan Twitter kepada penggemar Bieber. Padahal kami telah memohon Roppo untuk melakukan hal itu," ujar Letnan Kevin Smith, seperti dikutip melalui Canadian Press, Senin (23/11/2009).
Untungnya, Roppo dibebaskan karena tidak terbukti bersalah.
Justin Bieber merupakan penyanyi muda asal Kanada. Ia mulai digemari oleh gadis-gadis remaja setelah pada tahun 2007 ia memposting lagu-lagunya di YouTube. (srn)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com